Berita Solo Terbaru
Ada Mahasiswanya Meninggal, UNS Sebut Ada Aktifitas Fisik saat Gelaran Diklat Calon Anggota Menwa
Rektorat Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo buka suara soal insiden meninggalnya mahasiswa GE dalam diklat Menwa.
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rektorat Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo buka suara soal insiden meninggalnya mahasiswa GE dalam diklat Menwa.
Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS Solo Sutanto mengatakan GE sebelum meninggal mengalami keram kaki.
"Kaki sempat keram, kemudian diistirahatkan di ruangan Sekertaris Menwa, tapi yang lainnya tetap melanjutkan kegiatan, tapi dijaga 4-5 orang," terang dia kepada Tribunsolo.com, Senin (25/10/2022).
Terkait kodisi FE, Sutanto mengatakan sempat mengikuti kegiatan tersebut yang berada di dalam kampus dan sekitar kampus.
"Kegiatan aktivitas fisik berjalan berawal di Sekretariat Menwa, lalu ke belakang Audioterum ke Gedung Olahraga, lanjut ke Fakultas Teknik balik lagi ke sini (Sekretariat Menwa)," aku dia.
"Tapi juga ada yang mengikuti kegiatan di Kawasan Jurung Bengawan Solo," ujarnya.
Sutanto menjelaskan sebelum melakukan kegiatan tersebut, keseluruhan mahasiswa melakukan pengecekan kondisi badan dan riwayat penyakit.
"Sudah diminta istirahat, dari pengakuan Menwa yang saya dengar tidak ada pengakuan yang bersangkutan punya riwayat penyakit," jelas dia.
Baca juga: Bagai Disambar Petir, Sunardi & Endang Lemas Lihat Anaknya Jadi Jenazah, saat Diklat Menwa UNS Solo
Baca juga: Kronologi Mahasiswa UNS Tewas Diklat Menwa : Banyak Luka, Tapi Keluarga Diberi Tahu karena Kesurupan
Momen Bagai Disambar Petir
Hari Senin 25 Oktober 2021 dini hari menjadi momen yang tak diinginkan oleh Sunardi (54) dan Endang Budiastuti (53).
Bagaimana tidak, saat masih terlelap tidur pukul 02.00 WIB, ada orang tak dikenal mengetuk-ngetuk pintu rumahnya di Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.
Saat ditanya ada apa? Dua muda-mudi yang mengaku teman satu organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa) itu, hanya bilang kata 'penting', karena berkaitan dengan anaknya.
Tanpa pikir panjang, orangtua dari mahasiswa UNS, GE (20) meluncur ke Kota Solo.
Baca juga: Kronologi Mahasiswa UNS Tewas Diklat Menwa : Banyak Luka, Tapi Keluarga Diberi Tahu karena Kesurupan
Dinginnya angin malam dari Gunung Lawu tak dihiraukan, meski keduanya memakai sepeda motor menuju titik yang diarahkan dua orang itu.