Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Wonogiri Terbaru

Kisah Lain di Dusun Poro Wonogiri: Tak Ada Pejabat yang Berani Datang Kunjungan, Bisa Berujung Sial

Selain Pelarangan Penggunaan Kayu Jati, Ada Mitos Lain yang Berkembang di Dusun Poro Giritontro, Apa Itu?

Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Tri Widodo
TribunSolo.com/Erlangga Bima
Kondisi wilayah di Dusun Poro, Desa Tlogosari, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Mitos yang berkembang di Dusun Poro, Desa Tlogosari, Kecamatan Giritronto, Kabupaten Wonogiri ini cukup unik. 

Selain pelarangan penggunaan kayu jati untuk keperluan rumah dan mebel, masyarakat meyakini jika ada pejabat yang berani datang, maka pejabat itu akan mendapatkan sial. 

Baca juga: Luweng di Pracimantoro Wonogiri: Rumahnya Makhluk Halus Hingga Tak Ada Warga yang Berani Masuk

Baca juga: Lowongan Besar-besaran Calon Perangkat Desa di Wonogiri : Ada 2.632 Pendaftar, Kapan Pengumuman?

TribunSolo.com, mendapat informasi dari mulut ke mulut warga Dusun Poro, Desa Tlogosari, Kecamatan Giritronto. 

Dari beberapa warga yang ditemui menyebutkan jika ada  seorang pejabat pergi datang bakal berjurung kesialan. .

Entah diturunkan pangkatnya, ataupun karirnya akan segera berakhir.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Wakino (66) juga tak menampik adanya mitos itu di daerah tempat tinggalnya.

"Memang iya, dari kecil saya sudah mendengar cerita tentang larangan pegawai berkunjung kesini, katanya bisa keplorot," kata dia kepada TribunSolo.com.

Namun ia menyebut bahwa mitos tentang kunjungan pejabat tak ada sangkut pautnya sama sekali dengan kayu jati dan hanya cerita yang dibuat-buat.

"Itu saya kira cuma akal-akalan orang jahat jaman dulu, disini kan termasuk wilayah yang pinggir," terangnya.'

Dengan begitu, menurutnya dulu tempat tersebut dijadikan tempat persembunyian orang-orang buruk, seperti maling dan lainnya.

Sehingga mitos tentang pejabat yang kesana akan mendapatkan nasib sial, itu dibuat hanya untuk menutupi keberadaan orang-orang jahat itu.

Namun, Wakino berpendapat, semua kembali pada niat dan perbuatan yang bersangkutan itu sendiri, dalam hal ini adalah pejabat.

Baca juga: Sosok Dua Panitia Diklatsar Menwa UNS yang Aniaya GE hingga Tewas, Warga Wonogiri dan Pati 

Baca juga: Bocoran Materi Tes Perangkat Desa Wonogiri 2021: Ada Wawasan Kebangsaan

"Kalau ada petugas kesini itu jujur, niatnya baik, mau apapun kebutuhannya mestinya tidak apa-apa," kata dia.

"Tapi kalau kesini berbuat jahat, membuat masyarakat disini sengsara, ya doanya orang banyak itu mungkin yang menyebabkan hal itu," imbuhnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved