Breaking News:

Berita Karanganyar Terbaru

Buruh Karanganyar Tuntut Kenaikan UMK 2022 Naik Rp 300 Ribu:  Beli Masker dan Biaya Sekolah Daring

Pembahasan tentang besaran upah minimum Kabupaten (UMK) Karanganyar tahun 2022 telah dibahas pada Kamis (18/11/2021) lalu.

kompas.com
ILUSTRASI : Pemkot Solo akan memberi uang kompensasi Rp 500 ribu untuk sejumlah warga Kota Solo yang terdampak PPKM darurat. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pembahasan tentang besaran upah minimum Kabupaten (UMK) Karanganyar tahun 2022 telah dibahas pada Kamis (18/11/2021) lalu.

Ketua Forum Komunikasi Serikat Buruh Karanganyar, Eko Supriyanto mengatakan dalam pembahasan tersebut, pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ingin menggunakan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan untuk menentukan besaran UMK.

Namun menurut Eko, pihak buruh di Karanganyar menolak apabila penghitungan UMK hanya menggunakan rumus yang sudah ditentukan pemerintah itu.

Baca juga: UMK Sukoharjo 2022 Cuma Naik Rp 11 Ribu, Buruh Curhat dan Meluapkan Kekecewaan : Seperti Dikebiri

Baca juga: Ganjar Umumkan UMP Jawa Tengah 2022 Naik 0,78 Persen, Kini Jadi Rp 1,8 Juta Lebih 12 Ribu

Alasannya, kebutuhan pokok buruh dalam masa pandemi Covid-19 ini meningkat, seperti kebutuhan untuk membeli peralatan penunjang protokol kesehatan (prokes).

Dicontohkannya seperti masker, sabun, handsanitizer dan biaya untuk menunjang sekolah daring anak-anak mereka, seperti kebutuhan pulsa dan listrik.

"Kalau kami kalkulasi, itu ada sekitar Rp 300 ribu penambahan biaya kebutuhan selama masa pandemi ini," terang dia, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: Curhat Pekerja soal UMK Solo 2022 : Di Jatim Sudah Hampir Rp 5 Juta, Kita Tak Sampai Setengahnya

Eko menerangkan, apabila penghitungan UMK hanya menggunakan PP Nomor 36 akan sangat dirasa berat oleh serikat buruh.

Sebab, kata dia, hitungan besaran UMK di tahun 2022 bilang menggunakan PP tersebut hanya sekitar Rp 10 ribu, sehingga tidak sebanding dengan kebutuhan pokok tambahan itu.

Sehingga pihaknya menuntut penghitungan kenaikan UMK juga disesuaikan dengan kebutuhan para buruh yang meningkat dalam masa pandemi ini.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved