Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Bos Daging Anjing Disikat di Sukoharjo, DMFI Tantang Solo Berani : Ada 83 Warung Masih Beroperasi

Organisasi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) menyambut baik dengan penangkapan bos daging anjing di Kabupaten Sukoharjo.

TribunSolo.com/Erlangga Bima-Istimewa
Nasib GTS (40) asal Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen yang disikat Polres Sukoharjo saat jumpa pers bersama Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho, Kamis (25/11/2021). Penampakan anjing-anjing yang akan jadi santapan. 

Apalagi, sebagian besar anjing di Jawa Tengah didatangkan dari daerah Jawa Barat, yang masih masuk ke dalam kategori rawan rabies.

"WHO bilang salah satu penyebab penyebaran rabies, karena transportasi masif antar kota dan pulau," jelasnya.

"Jateng masih bebas rabies sampai saat ini, dan rata-rata anjing didatangkan dari Jawa Barat yang masih ada banyak kasus rabies," tambahnya.

Ia menyarankan, pedagang daging dan olahan anjing untuk mencari pekerjaan lain yang lebih halal dan tidak merugikan orang lain.

"Ini adalah ilegal, merugikan dan memalukan pemerintah setempat, juga tidak bagus untuk pariwisata," katanya.

Ia mendorong semua daerah untuk mengeluarkan aturan larangan konsumsi daging anjing.

"Tentunya itu tidak akan menghapus kegiatan ini 100 persen, tetapi akan sangat membantu dan paling tidak mempersulit," terangnya.

"Kami juga sangat berharap, Jawa Barat juga akan melarang dan menghentikan pengiriman anjing yang ilegal ini," jelas dia.

Asal Gemolong Sragen

Nasib GTS (40) asal Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen harus 'berakhir' sebagai bos daging anjing terkenal di Solo Raya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved