Berita Wonogiri Terbaru
Dampak Bibit Siklon Mengintai, BPBD Ingatkan Warga Wonogiri Waspada Hujan Deras dan Angin Kencang
Seluruh wilayah di Kabupaten Wonogiri harus waspada dengan potensi bencana yang muncul akibat adanya siklon tersebut
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Badan Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini kembali memperbarui pergerakan bibit siklon teratai yang terdeteksi di wilayah Indonesia.
Adanya siklon tropis yang terdeteksi di wilayah Indonesia tersebut memiliki dampak secara tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Misalnya, di wilayah Jawa bagian barat, Sumatera dan bahkan memengaruhi tinggi gelombang di Samudera Hindia di Selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Baca juga: BMKG Sebut Penanganan Bencana di Masa Pandemi Covid-19 Harus Sesuai Protokol Kesehatan
Baca juga: Viral Awan Tsunami Gegerkan Warga Pamekasan, Dapat Berdampak Cuaca Ekstrem, Ini Penjelasan BMKG
Namun berdasarkan pengamatan terakhir BMKG per 2 Desember pukul 01.00 WIB, posisi siklon teratai terakhir diketahui di wilayah barat daya Banten dan bergerak menjauh wilayah Indonesia.
Kendati demikian, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto mengatakan masyarakat harus selalu waspada dengan adanya potensi bencana itu.
"Semuanya harus waspada, kalau siklon itu kan bisa bergerak. Jadi masyarakat harus antisipasi dan waspada terhadap kemungkinan yang terjadi," kata dia, Kamis (2/12/2021).
Bambang menuturkan, seluruh wilayah di Kabupaten Wonogiri harus waspada dengan potensi bencana yang muncul akibat adanya siklon tersebut.
Dia mencontohkan, seperti yang terjadi pada tahun 2017 lalu.
Saat itu, adanya siklon cempaka juga memberikan dampak di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Wonogiri.
Saat itu, kata dia, siklon cempaka membuat naiknya fenomena cuaca ekstrem, seperti hujan lebat di beberapa daerah yang disertai dengan angin kencang.
Menurut catatannya, siklon cempaka yang terjadi di tahun 2017 lalu berdampak hingga 22 kecamatan di Wonogiri.
Selain itu sejumlah wilayah di sekitar Wonogiri juga terdampak, seperti Pacitan, Kulon Progo, Klaten dan Gunung Kidul dan wilayah pesisir laut selatan.
"Tapi tidak hanya di selatan ya, itu bisa menyebar. Seperti yang disampaikan Pak Bupati beberapa waktu lalu, Wonogiri kan masuk zona merah rawan bencana," jelasnya.
"Di siklon cempaka kemarin kan ibaratnya curah hujan setahun dibrekne (diturunkan) sehari kan akhirnya berdampak," paparnya.
Lantas dengan adanya warning itu, apa saja yang bisa dilakukan masyarakat? Bambang mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pengurangan risiko bencana.
Masyarakat diminta harus lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitarnya, seperti misalnya memangkas pohon yang rawan tumbang kala musim penghujan dengan angin.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di daerah bukit harus memperhatikan rekaan-rekaan tanah yang bisa dimasuki air dan berpotensi menjadi tanah longsor.
"Yang tinggal di bantaran sungai juga harus hati-hati, upaya kesiapan itulah yang harus segera dilakukan masyarakat sebagai bentuk antisipasi," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-bencana-di-wonogiri-yang-terjadi-baru-baru-ini.jpg)