Berita Sragen Terbaru

Senangnya PKL Garuda Sragen, Rombongan Berseragam PNS Datang Bukan untuk Menggusur tapi Memborong

Kini pembeli mulai berdatangan, setelah aturan pembatasan mobilitas masyarakat yang ketat tidak diberlakukan lagi.

Tayang:
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Septiana Ayu
PKL Garuda Sragen semringah dagangannya diborong ASN, Senin (13/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Beberapa waktu belakangan, aturan PPKM sempat membuat para pedagang kaki lima (PKL) merasa tercekik.

Bahkan, tak sedikit PKL di Sragen yang terpaksa gulung tikar. 

Pemandangan itu sempat terlihat di Pusat Kuliner PKL Garuda Sragen, yang mana dari 12 PKL, yang bisa bertahan hanya 4 pedagang saja. 

Kini, setelah ada pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), para PKL akhirnya bisa bernafas lega. 

Baca juga: Jelang Nataru, Polres Wonogiri Pastikan Tidak Ada Penyekatan: Hanya Check Point dan PPKM Mikro

Baca juga: Tiga Sentra Kuliner di Sragen Kembali Dibuka, Pemkab Ingatkan Pedagang Jangan Sampai Ngepruk Harga

Betapa tidak, kini pembeli mulai berdatangan, setelah aturan pembatasan mobilitas masyarakat yang ketat tidak diberlakukan lagi.

Seperti yang dilakukan aparatur sipil negara (ASN) di Sragen, yang berbondong-bondong datang untuk memborong makanan yang disajikan PKL.

Aksi tersebut, menurut salah satu PKL, Tri Warsiti mengatakan sangat berdampak pada penjualannya. 

"Setelah diborong perasaannya ya senang, baru merasakan ramai setelah ada PPKM kemarin," ujarnya kepada TribunSolo.com, Senin (13/12/2021). 

Siti, begitu panggilan akrabnya, kesehariannya berjualan sate ayam khas Ponorogo. 

Usaha itu telah dijalankan secara turun temurun, dari sang ayah. 

Selama ada PPKM, Siti mengaku penghasilannya turun lebih dari 50 persen. 

"Selama pandemi tetap berkurang, sampai 50 persen, karena ada PPKM, jadinya ada batasan untuk kita berjualan," jelasnya. 

Selain itu, banyaknya PKL lain yang memilih tutup juga berdampak kepada pada penjualannya. 

"Kalau semakin banyak menunya kan, pengunjung bisa memilih-milih, jadi bisa lebih ramai," kata Siti. 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved