Berita Boyolali Terbaru
Siap-siap, Usai Hotel Bintang 3 Pertama Kini di Boyolali Hadir Wisata Cimory, Lokasi di Kawasan Selo
Tempat wisata baru, hotel mewah untuk wisatawan dan aneka kuliner baru di Kabupaten Boyolali kian bermunculan.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
Aloys mengaku Loji Kridanggo Hotel merupakan bentuk idealismenya sebagai putra daerah, sehingga dia mencoba memberikan sumbang sih dengan mengembangkan hotel itu.
“Kami tidak gentar dengan adanya pesaing, justru kalau kami tidak punya pesaing akan menjadi arogan," aku dia.
"Tapi kalau ada pesaing kami akan berpacu beri pelayanan baik maka custumer akan melihat kita," jelasnya
Wakil Bupati, Wahyu Irawan mengatakan Loji Kridanggo Hotel menjadi fasilitas baru bagi wisatawan yang liburan di Boyolali.
Dia berharap pengelola hotel bisa mengembangkan dengan layanan paket wisata serta display produk UMKM di Boyolali.
Apalagi Loji Kridanggo menjadi gedung tertinggi yang memiliki fasilitas lift.
"Fasilitasnya cukup memadai untuk hotel bintang 3, tapi rasa bintang 4 dan 5, semoga kehadiran hotel ini makin banyak yang datang ke sini,” harap dia.
Patung Raksasa Pertama
Pertama kalinya di Indonesia ada patung Raja Keraton Solo berukuran raksasa didirikan.
Bukan di Kota Solo, patung setinggi 4 meter lebih itu didirikan di puncak Selo, Kabupaten Boyolali yang berada di bawah lereng Merapi-Merbabu.
Tepatnya di tengah-tengah Simpang PB VI Selo yang menjadi pusat kota kecamatan Selo.
Patung ini masih dalam proses penyempurnaan bangunan pendukung di sekitarnya.
Adapun patung yang mirip layaknya raja, memakai baju kebesaran beskap hitam dibalut kain batik putih dan mahkota raja di kepala.
Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, di Puncak Selo Pangeran Diponegoro Susun Strategi Perang Jawa Melawan Belanda
Baca juga: Sosok Istri Raja Solo Paku Buwono XII KRAy Retnodiningrum : Sabar & Suka Bertirakat
Patung itu terlihat sangat detail, nyaris menyerupai wujud aslinya dan gagah.
Mulai dari detail pakaian, keris yang disarangkan pada bagian pinggang hingga wajahnya Sinuwun Paku Buwono VI nampak seperti hidup.