Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Fantastis! Penataan Sriwedari Telan Rp 200 Miliar, Gibran : Pakai CSR Bukan BUMN, Mulai Tahun 2022

Meski status masih sengketa, Pemkot Solo tetap akan melakukan penataan (revitalisasi) kawasan Sriwedari.

TribunSolo.com/Agil Trisetiawan
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memimpin konferensi pers terkait sengketa dan penataan Sriwedari di Balai Tawangarum Balaikota Solo, Jumat (24/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Trisetiawan

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Meski status masih sengketa, Pemkot Solo tetap akan melakukan penataan (revitalisasi) kawasan Sriwedari.

Tak tanggung-tanggung, dana yang digelontor Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sebanyak Rp 200 miliar.

Gibran bahkan blak-blakan menggelar konferensi pers bersama Sekda Ahyani hingga Ketua DPRD Budi Prasetyo di Balaikota Solo, Jumat (24/12/2021).

Orang nomor satu di Solo itu menekankan, tetap melanjutkan proses hukum meskipun eksekusi Sriwedari yang diajukan Pemkot tidak diterima oleh Pengadilan Tinggi Jateng.

Namun menurutnya penataan Sriwedari harus dilakukan karena sebagai cagar budaya dan ruang publik di Kota Bengawan.

"Revitalisasi atau penataan pakai CSR, bukan BUMN, mulainya diusahakan tahun 2022," katanya kepada TribunSolo.com.

Bahkan menurut Sekda Solo Ahyani, revitalisasi kawasan Sriwedari akan menelan anggaran sekira Rp 200 miliar yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang diterima Pemkot.

Master plan revitalisasi kawasan Sriwedari sedang diproses dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Rencananya, Pemkot akan melakukan revitaslisasi dan membangun gedung baru di beberapa titik kawasan Sriwedari.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved