Berita Boyolali Terbaru

Isi Surat Wasiat Pria Sebelum Ditemukan Tewas di Wonosegoro Boyolali : Bikin Hati yang Baca Hancur

Sebelum mengakhiri hidup, AKW warga Kabupaten Boyolali sempat menulis tangan sebuah surat wasiat.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi mayat 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Sebelum mengakhiri hidup, AKW warga Kabupaten Boyolali sempat menulis tangan sebuah surat wasiat.

Surat wasiat yang ditulis disacarik kertas itu berisi:

Pak e, ampun makan uang riba, bunga bank. Saestu pak e niku dosane Ageng sanget.
Kalih ampun ngomong ke tiyang mawon. Ghibah niku ganjaran sing pak e klumpukke dikekne wong sing diomonke elek.

Artinya : Bapak jangan makan uang riba bunga bank. Uang riba itu benar-benar berdosa besar. Kemudian jangan suka membicarakan orang saja. Ghibah itu bisa menjadikan pahala selama kita beribadah diberikan kepada orang lain yang kita bicarakan kejelekannya itu.

Nung nduk adi wedok kesayangan ku :) pie-pie no kui bapakmu ya nung. Inget WA ku terakhir tentang pake. Sitik wae Ojo wani lan ngrasani bapak.
Utangku tak saur lewat duit ke di gowo ***** ya.

(Nung, adek perempuan kesayangan ku:)
Biar bagaimanapun itu bapak mu ya Nung. Ingat WA ku terakhir tentang bapak. Sedikit saja (pesanku) jangan kamu berani membicarakan tentang bapak )

Suwun pak e. Mpun sempet sabar kalih kulo.

(Terimakasih bapak. Sudah sempat sabar dengan saya)

Baca juga: Kondisi Rumah Havid di Klaten, Pemuda yang Ditipu Calo di Karawang, Ibundanya Sehari-hari Jualan Es

Baca juga: Motif Pria Akhiri Hidup karena Depresi, Kapolres Boyolali : Sempat Tulis Wasiat Alami Tekanan Batin

Pada tulisan terakhir, AKW juga mengungkapkan terimakasih yang amat besar bagi sang adik perempuannya.

Nuuuuung, atimu Jan apik tenan
Suwun ya nduk wes sayang tenan ambik aku.. suwargo ge koe.

(Nuuuung, hatimu sungguh baik. Terimakasih ya dek, sudah benar-benar sayang dengan saya. Surga buat kamu)

Keterangan Kapolres

AKW tewas karena melompat dengan terikat tali di jembatan Sungai Serang di Dukuh Suruhan, Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond menerangkan, penyebab kematian warga Simo 33 tahun itu dipastikan meninggal karena bunuh diri murni.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved