Berita Sragen Terbaru
Bupati Yuni Bikin Kantor Pemkab Sragen 6 Lantai di Sine : Dana Rp 89 Miliar, Kini Pembebasan Lahan
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati bertekad untuk memindahkan kantor Pemkab Sragen.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati bertekad untuk memindahkan kantor Pemkab Sragen.
Saat ini, kantor Pemkab Sragen berlokasi di Jalan Raya Sukowati, atau tepat di depan Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen.
Kantor Pemkab Sragen itu akan dibuat sistem terpadu, yang dipindah ke Jalan dr. Soetomo di Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen.
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan progres pembangunan kantor terpadu Pemkab Sragen baru pembebasan lahan.
"Kantor terpadu pengadaan lahan sudah selesai, schedule 2023 mulai dibangun, tahun ini menyelesaikan tanah dan pembebasan lahan," ujarnya kepada TribunSolo.com, Jumat (14/1/2022).
Rencananya, satu gedung kantor terpadu Pemkab Sragen akan dibangun enam lantai.
Dia menalanjutkan, kini baru menyiapkan Detail Engineering Desain (DED) untuk direview ulang.
DED Kantor Terpadu Pemkab Sragen sempat dirumah oleh Bupati, karena desain yang lama belum eco green.
"Di review lagi master plannya, karena desai bangunan yang kemarin belum eco green, kita buat eco green, dengan minim listrik, sirkulasi udara bagus, dan minim penggunaan AC," jelasnya.
Ditanya perihal penggunaan tenaga surya, Bupati Yuni mengaku akan mengusahakannya.
"Ya diusahakan pemakaian tenaga surya, pokoknya kita buat eco green, sedang direview DEDnya," ucapnya.
Baca juga: Mencicipi Segarnya Soto Boethek di Masaran Sragen, Spesial Daging Sapi dengan Siraman Kuah Rempah
Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Pertama Jebakan Tikus Listrik di Sragen: Sebentar Lagi Naik Status Penyidikan
Menurut Bupati Yuni, pembangunan kantor terpadu Pemkab Sragen akan dilakukan dengan dua tahap.
Pada tahap pertama, dialokasikan anggaran sebanyak Rp 89 miliar.
Namun, anggaran itu dinilai masih kurang, karena dinas yang akan merapat ke kantor baru juga ikut bertambah.