Berita Sragen Terbaru
Bupati Yuni Bikin Kantor Pemkab Sragen 6 Lantai di Sine : Dana Rp 89 Miliar, Kini Pembebasan Lahan
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati bertekad untuk memindahkan kantor Pemkab Sragen.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
Hal ini menurut Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, karena adanya pembagian lima kecamatan dalam Rencana Detil Tata Ruang (RDTR).
Adapun 5kecamatan itu yakni Sragen Kota, Sambungmacan, Gondang, Gemolong dan Tangen.
Hanya saja, yang paling difukuskan di antaranya pengembangan wilayah RDTR Sragen Kota.
"Harga tanah jadi melambung," terangnya ungkap dia.
Di menerangkan, nantinya akan ada Mall Pelayanan Publik hingga wilayah bisnis yang ada di Pasar Nglangon dan Joko Tingkir.
"Nanti kita bangun pasar sehingga di wilayah Batuar itu ada wilayah distrik juga akan menjadi zona bisnis, ada perhotelan dan sebagainya kita akan arahkan ke arah sana," kata dia.
Pembangunan di wilayah Batuar ini, dikatakan Yuni akan mulai dibangun pasar terpadu.
Pihaknya mengaku sudah membuat DED dengan pagu anggaran Rp 38 miliar yang berasal dari dana pinjaman.
Baca juga: Lowongan Kerja Solo Raya: Dibutuhkan Manajer Area & Beauty Content Creator, Penempatan di Sragen
Baca juga: Dag Dig Dug Siapa yang Dapat Hadiah Motor, Pemkab Sragen Siapkan 3 Unit Bagi Mereka yang Mau Vaksin
"Akan menjadi pasar modern yang bersih, pasar tradisional yang bersih. Managementnya nanti kita buat seperti mall, pintu keluar masuk kita atur, parkir sudah otomatis," lanjut dia.
Dengan terpetanya wilayah di Sragen, Yuni mengaku masyarakat bisa mengakses informasi tersebut.
Termasuk jika Mall Pelayanan Publik sudah jadi masyarakat tinggal melihat melalui ponsel masing-masing peta wilayah di Sragen.
"Jadi memang ini era keterbukaan masyarakat tinggal klik bisa lihat ternyata rumahnya berada di daerah RDTR mana agar masyarakat lebih paham," aku dia.
Kendati demikian, selain menyiapkan regulasi, Yuni menerangkan saat ini yang bisa dilakukan pihaknya adalah edukasi ke masyarakat.
"PR kita edukasi lah, edukasi administrasi, regulasi disiapkan kalau ada investor masuk value naik kesejahteraan naik. Masyarakat jangan aji mumpung," tandasnya. (*)