Berita Sragen Terbaru
Bupati Yuni Bikin Kantor Pemkab Sragen 6 Lantai di Sine : Dana Rp 89 Miliar, Kini Pembebasan Lahan
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati bertekad untuk memindahkan kantor Pemkab Sragen.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
"Sebenarnya kemarin saya minta tambah, karena dinas awalnya hanya 12, kemudian menjadi 16 dinas, sebenarnya kita butuh anggaran lebih dari Rp 89 miliar," terangnya.
Untuk Investor
Wilayah di Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen diproyeksikan menjelma menjadi kawasan industri dan kota baru di wilayah Timur.
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan sejak ada pembangunan gerbang tol Sambungmacan, perekonomian Sambungmacan dan Gondang tumbuh.
Bahkan Pemkab menyiapkan lahan seluas 1.300 hektar untuk kota baru ini yang bisa digarap oleh investor.
"Itu (kota baru) sesuai RTRW kita, karena bisa dikembangkan menjadi kota mandiri. Tapi kan kembali kepada investor, kita harus menggandeng investor kalau pemerintah sendiri tidak mungkin bisa," kata dia.
Adapun menurut dia, pembangunan ini sebagai bentuk keseriusannya untuk membangun kawasan industri dan kota baru di wilayah timur ini merevisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sragen pada 2019 lalu.
Untuk merealisasikan perluasan kawasan kota baru di dekat exit toll Sambunganmacan ini, Pemkab Sragen telah mengubah status lahan dari zona pertanian menjadi kawasan industri dan kota mandiri.
Yuni mengaku konsep ini sudah ada sejak dini, pihaknya menyebut hak tersebut sebagai peta investasi di Sragen, tinggal nanti bagaimana pemimpin penerus setelahnya bisa mengarahkan.
Baca juga: Kasus Corona di Sragen Menurun Drastis, Karyawan PKWT Khusus Tangani Pasien Covid-19 Diberhentikan
Baca juga: Soal Penerapan PPKM Level 3 saat Nataru, Pedagang Tawangmangu: Jangan Ditutup, Kami Siap Prokes
Usai RTRW, Yuni mengaku bisa dilanjutkan ke Rencana Detil Tata Ruang (RDTR).
Selain Sambungmacan, Yuni mengaku telah mempersiapkan lima kawasan RDTR di Sragen.
Kelimanya ialah Kecamatan Sragen, Sambungmacan, Gondang, Gemolong dan di Kecamatan Tangen.
"RDTR sudah jadi, itulah patronnya nanti 2024 ada Pilkada siapapun yang jadi itu harus melanjutkan. Tinggal fokusnya saja pengembangan wilayah mana dari lima itu," katanya.
Harga Tanah Bisa Meroket
Harga tanah di lima kecamatan di Kabupaten Sragen mulai tahun depan diperkirakan bakal meroket.