Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sragen Terbaru

Bupati Yuni Bikin Kantor Pemkab Sragen 6 Lantai di Sine : Dana Rp 89 Miliar, Kini Pembebasan Lahan

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati bertekad untuk memindahkan kantor Pemkab Sragen.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Agil Tri
ILUSTRASI : Pembangunan gedung terpadu 10 lantai yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp 25,6 miliar untuk kantor Pemkab Sukoharjo di Jalan Jenderl Sudirman, Jumat (27/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati bertekad untuk memindahkan kantor Pemkab Sragen.

Saat ini, kantor Pemkab Sragen berlokasi di Jalan Raya Sukowati, atau tepat di depan Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen.

Kantor Pemkab Sragen itu akan dibuat sistem terpadu, yang dipindah ke Jalan dr. Soetomo di Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan progres pembangunan kantor terpadu Pemkab Sragen baru pembebasan lahan.

"Kantor terpadu pengadaan lahan sudah selesai, schedule 2023 mulai dibangun, tahun ini menyelesaikan tanah dan pembebasan lahan," ujarnya kepada TribunSolo.com, Jumat (14/1/2022).

Rencananya, satu gedung kantor terpadu Pemkab Sragen akan dibangun enam lantai.

Dia menalanjutkan, kini baru menyiapkan Detail Engineering Desain (DED) untuk direview ulang.

DED Kantor Terpadu Pemkab Sragen sempat dirumah oleh Bupati, karena desain yang lama belum eco green.

"Di review lagi master plannya, karena desai bangunan yang kemarin belum eco green, kita buat eco green, dengan minim listrik, sirkulasi udara bagus, dan minim penggunaan AC," jelasnya.

Ditanya perihal penggunaan tenaga surya, Bupati Yuni mengaku akan mengusahakannya.

"Ya diusahakan pemakaian tenaga surya, pokoknya kita buat eco green, sedang direview DEDnya," ucapnya.

Baca juga: Mencicipi Segarnya Soto Boethek di Masaran Sragen, Spesial Daging Sapi dengan Siraman Kuah Rempah

Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Pertama Jebakan Tikus Listrik di Sragen: Sebentar Lagi Naik Status Penyidikan

Menurut Bupati Yuni, pembangunan kantor terpadu Pemkab Sragen akan dilakukan dengan dua tahap.

Pada tahap pertama, dialokasikan anggaran sebanyak Rp 89 miliar.

Namun, anggaran itu dinilai masih kurang, karena dinas yang akan merapat ke kantor baru juga ikut bertambah.

"Sebenarnya kemarin saya minta tambah, karena dinas awalnya hanya 12, kemudian menjadi 16 dinas, sebenarnya kita butuh anggaran lebih dari Rp 89 miliar," terangnya.

Untuk Investor

Wilayah di Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen diproyeksikan menjelma menjadi kawasan industri dan kota baru di wilayah Timur.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan sejak ada pembangunan gerbang tol Sambungmacan, perekonomian Sambungmacan dan Gondang tumbuh.

Bahkan Pemkab menyiapkan lahan seluas 1.300 hektar untuk kota baru ini yang bisa digarap oleh investor.

"Itu (kota baru) sesuai RTRW kita, karena bisa dikembangkan menjadi kota mandiri. Tapi kan kembali kepada investor, kita harus menggandeng investor kalau pemerintah sendiri tidak mungkin bisa," kata dia.

Adapun menurut dia, pembangunan ini sebagai bentuk keseriusannya untuk membangun kawasan industri dan kota baru di wilayah timur ini merevisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sragen pada 2019 lalu.

Untuk merealisasikan perluasan kawasan kota baru di dekat exit toll Sambunganmacan ini, Pemkab Sragen telah mengubah status lahan dari zona pertanian menjadi kawasan industri dan kota mandiri.

Yuni mengaku konsep ini sudah ada sejak dini, pihaknya menyebut hak tersebut sebagai peta investasi di Sragen, tinggal nanti bagaimana pemimpin penerus setelahnya bisa mengarahkan.

Baca juga: Kasus Corona di Sragen Menurun Drastis, Karyawan PKWT Khusus Tangani Pasien Covid-19 Diberhentikan

Baca juga: Soal Penerapan PPKM Level 3 saat Nataru, Pedagang Tawangmangu: Jangan Ditutup, Kami Siap Prokes

Usai RTRW, Yuni mengaku bisa dilanjutkan ke Rencana Detil Tata Ruang (RDTR).

Selain Sambungmacan, Yuni mengaku telah mempersiapkan lima kawasan RDTR di Sragen.

Kelimanya ialah Kecamatan Sragen, Sambungmacan, Gondang, Gemolong dan di Kecamatan Tangen.

"RDTR sudah jadi, itulah patronnya nanti 2024 ada Pilkada siapapun yang jadi itu harus melanjutkan. Tinggal fokusnya saja pengembangan wilayah mana dari lima itu," katanya.

Harga Tanah Bisa Meroket

Harga tanah di lima kecamatan di Kabupaten Sragen mulai tahun depan diperkirakan bakal meroket.

Hal ini menurut Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, karena adanya pembagian lima kecamatan dalam Rencana Detil Tata Ruang (RDTR).

Adapun 5kecamatan itu yakni Sragen Kota, Sambungmacan, Gondang, Gemolong dan Tangen.

Hanya saja, yang paling difukuskan di antaranya pengembangan wilayah RDTR Sragen Kota.

"Harga tanah jadi melambung," terangnya ungkap dia.

Di menerangkan, nantinya akan ada Mall Pelayanan Publik hingga wilayah bisnis yang ada di Pasar Nglangon dan Joko Tingkir.

"Nanti kita bangun pasar sehingga di wilayah Batuar itu ada wilayah distrik juga akan menjadi zona bisnis, ada perhotelan dan sebagainya kita akan arahkan ke arah sana," kata dia.

Pembangunan di wilayah Batuar ini, dikatakan Yuni akan mulai dibangun pasar terpadu.

Pihaknya mengaku sudah membuat DED dengan pagu anggaran Rp 38 miliar yang berasal dari dana pinjaman.

Baca juga: Lowongan Kerja Solo Raya: Dibutuhkan Manajer Area & Beauty Content Creator, Penempatan di Sragen

Baca juga: Dag Dig Dug Siapa yang Dapat Hadiah Motor, Pemkab Sragen Siapkan 3 Unit Bagi Mereka yang Mau Vaksin

"Akan menjadi pasar modern yang bersih, pasar tradisional yang bersih. Managementnya nanti kita buat seperti mall, pintu keluar masuk kita atur, parkir sudah otomatis," lanjut dia.

Dengan terpetanya wilayah di Sragen, Yuni mengaku masyarakat bisa mengakses informasi tersebut.

Termasuk jika Mall Pelayanan Publik sudah jadi masyarakat tinggal melihat melalui ponsel masing-masing peta wilayah di Sragen.

"Jadi memang ini era keterbukaan masyarakat tinggal klik bisa lihat ternyata rumahnya berada di daerah RDTR mana agar masyarakat lebih paham," aku dia.

Kendati demikian, selain menyiapkan regulasi, Yuni menerangkan saat ini yang bisa dilakukan pihaknya adalah edukasi ke masyarakat.

"PR kita edukasi lah, edukasi administrasi, regulasi disiapkan kalau ada investor masuk value naik kesejahteraan naik. Masyarakat jangan aji mumpung," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved