Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

35 Kamus Bahasa Gaul Solo dan Sekitarnya yang Bikin Orang Luar Mengernyitkan Dahi, Tahu Arti Horog?

Sebaiknya mulai belajar bahasa atau istilah asli Kota Solo dan sekitarnya berikut ini. Bisa saja lho artinya beda dengan daerah lain.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com
ILUSTRASI - Ikon Kota Solo patung Slamet Riyadi yang berada di kawasan Gladag, Jalan Slamet Riyadi, Kamis (7/1/2021). Simak kumpulan kamus bahasa asli Solo dalam artikel ini. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -- Karisidenan Surakarta dengan kekhasannya memiliki kamus bahasa yang mungkin bakal bikin orang luar bengong karena tidak tahu artinya.

Sebetulnya bukan hanya Solo Raya yang memiliki bahasa atau istilah otentiknya masing-masing, di daerah lain juga ada.

Nah, Anda memiliki punya banyak teman orang Solo dan terkadang tidak mengerti istilah-istilah asing yang keluar dari bibir mereka?

Sebaiknya mulai belajar bahasa atau istilah asli Kota Solo dan sekitarnya berikut ini.

Bisa saja lho artinya beda dengan daerah lain meskipun istilahnya sama.

Baca juga: Daftar Istilah Kuliner Non Halal di Solo: Ada Sate Jamu, B1 B2, dan Wedus Balap, Muslim Wajib Tahu

Baca juga: Kenapa Nasi Angkringan Disebut sebagai Sego Kucing di Solo, Ternyata Begini Asal Usulnya

Simak kata khas Solo Raya dan sekitarnya yang dirangkum TribunSolo.com dari berbagai sumber:

1. Sitok: satu

2. Sak embuh: banyak

3. Ra mekakat: heran, tidak seperti umumnya

4. Tek eram: meledek

5. Gene atau geneo: kenapa

6. Tek atau thik: imbuhan untuk mempertegas kalimat

7. Witekno: menjadi penyebab

8. Anyak : dimulai

9. Gung : belum

10. Injoh : bisa

11. Laut: pulang

12. Bau: buruh kasar

13. Jiblok : jatuh

14. Mboyak : terserah

15. Njojrok: jalanan turun

16. Mekan : hidup

17. Ngorong : haus

18. Susrup: sedotan

19. Ogak: tidak, bisa juga berarti goyang

20. Climut / geleman: panjang tangan

21. Haluwah: menunjukkan kekaguman

22. Tumpek blek: tumpah ruah

23. Ndek abene: konon zaman dulu

25. Nyedit: gerakan yang menunjukkan pantat / nungging

26. Merkengkong: tanggung atau nanggung

27. Tus: logat Boyolali untuk menantang berkelahi

28. Horog: ekspresi terkejut, heran, atau untuk memastikan

29. No: dong, misal 'iyo no' artinya iya dong

30. Og atau ik: artinya mirip dengan kok

31. Nda: panggilan akrab

32. Bajindul: kata umpatan, mengumpat

33. Jinguk: kata umpatan

34. Nyat / nyet: artinya mirip memang atau oh iya

35. Tegke: tidak masuk akal. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved