Berita Boyolali Terbaru

Update Gunung Merapi : Semburkan Awan Panas Kembali Hampir 3 Menit, Status Siaga Belum Dicabut

Kepala BPPTKG Jogjakarta, Hanik Humaida dalam keterangan resminya menyatakan jika sejak 20 November 2020 sampai saat ini, Merapi saat ini masih siaga.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUNSOLO.COM/IBNU D TAMTOMO
Penampakan Gunung Merapi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Sempat landai, Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran.

Informasi yang dihimpun TribunSolo.com, awan panas mucul Minggu (8/5/2022) pukul 14.38 WIB yang berlangsung selama 2,45 menit.

Tercatat di seismogram, awan panas guguran ini beramplitudo 40 mm.

Lontaran material saat terjadinya awan panas guguruan ini masih ke barat daya.

Material yang dilontarkan paling jauh mencapai 3 kilometer dari puncak.

Kepala BPPTKG Jogjakarta, Hanik Humaida dalam keterangan resminya menyatakan jika sejak 20 November 2020 sampai saat ini, Merapi saat ini masih siaga.

Untuk itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di zona merah Merapi yang telah ditetapkan.

Selain itu, Hanik juga menyampaikan pengamatan aktivitas Merapi sepanjang Sabtu (7/8/2022).

Pengamatan yang dilakukan mulai pukul 00.00-24.00 teramati Merapi mengeluarkan 10 kali guguran lava yang jaraknya maksimal 2 km ke barat daya.

Baca juga: Merapi Lontarkan Awan Panas Hari Ini, Guguran Sentuh 2 Km dari Puncak

Baca juga: Ngeri, Dua Truk Terjebak Banjir Lahar Hujan Merapi di Kaliworo Klaten, Belum Bisa Dievakuasi 

Laju deformasi EDM rata 1,4 cm dalam tiga hari terakhir.

Selama periode itu kegempaan yang terjadi akibat Guguran sebanyak 138 kali, 23 kali vulkanik dangkal, 55 kali hibryd dan 6 kali hembusan.

Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal 5 km) serta Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng (sejauh maksimal 7 km).

Selain itu, guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area di sektor tenggara yang meliputi Sungai Woro (sejauh maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (sejauh 5 km).

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved