Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali Terbaru

Ardian Hafidz, Anak Kuli Bangunan Boyolali yang Jadi Rebutan Kampus Australia, Buku adalah Mainannya

Ardian Hafidz Annafi, remaja Boyolali dari SMA Pradita Digantara, jadi rebutan 6 universitas di Kanada, Australia, sampai Selandia Baru.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Aji Bramastra
TribunSolo.com/Tri Widodo
Mardiyono, warga Nepen, Boyolali, ayah dari Ardian Hafidz, siswa SMA Pradita Dirgantara Boyolali yang jadi rebutan sejumlah universitas dari Kanada, Australia dan Selandia Baru. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI -- Nama Ardian Hafidz Annafi, remaja Boyolali menjadi perbincangan hangat karena prestasinya yang luar biasa.

Bagaimana tidak, remaja usia 18 tahun itu diterima di tujuh kampus kenamaan dunia.

Baca juga: Sisihkan Ribuan Pelamar, 130 Calon Siswa SMA Pradita Dirgantara Lolos Seleksi Pusat

Ketujuh kampus tersebut tersebar di Kanada, Selandia Baru, dan Australia, mulai dari University of Toronto, University of British Columbia, The University of Western Australia, Wageningen University, University of Otago dan Curtin University, dan Victoria University of Wellington

Beberapa kampus itu menempati peringkat top 100 dunia versi QS World University Rankings (WUR).

Ardian merupakan siswa sekolah unggulan SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, sekolah asrama milik TNI AU.

Sekolah ini mirip seperti SMA Taruna Nusantara di Magelang yang dimiliki TNI AD. 

Dari penelusuran TribunSolo.com, Minggu (15/5/2022), Ardian tinggal di Dukuh/Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali.

Ia bukan anak orang kaya.

Ayahnya bernama Mardiyono (48) merupakan tukang bangunan.

Sedangkan ibunya, Yuni Puji Astuti (43) punya usaha jasa laundry di rumahnya. 

Prestasi yang ditoreh anak pertamanya itu membuat pasutri itu terharu. 

Keduanya tak bisa membendung air matanya saat mengisahkan anaknya diterima di 7 universitas luar negeri yang masuk kategori top university.

Yuni  mengaku mendapat informasi jika anak keterima di universitas luar negeri ini dari grup Wa orang tua SMA Pradipta Dirgantara, Jumat (13/5/2022).

"Saya langsung terharu. Senang gembira. Alhamdulillah anak saya keterima di luar negeri," ujarnya.

Dia yang hanya memiliki penghasilan bersih Rp 50 ribu per hari bakal memiliki anak yang kuliah di luar negeri.

Apalagi, kuliah tersebut bakal di biayai oleh negera melalui program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Bahkan setelah diterima program beasiswa tersebut, ada 6 universitas lainnya yang meminangnya.

"Jadi daftarnya itu satu. Yang di UBC (University of British Columbia) tapi kemudian 6 universitas lainnya melamarnya jadi mahasiswa," jelasnya.

Namun, anaknya tersebut akhirnya memutuskan mengambil studi Bachelor of Science di University of British Columbia dengan beasiswa penuh Kemendikbudristek.

Mardiyono mengisahkan, sejak kecil anaknya itu memang lebih senang membaca ketimbang bermain dengan anak seumurannya.

Prestasi akademik Ardian kecil di sekolah memang moncer.

Di SD Negeri 2 Nepen maupun SMP Negeri 1 Boyolali, anaknya hampir selalu jadi peringkat pertama di kelasnya, khususnya setelah kelas 4 SD.

"Dia tidak suka main. Sukanya baca-baca. Bahkan sampai saat ini kalau ada kesempatan masih baca buku di perpustakaan daerah Boyolali," jelasnya. (*)

Baca juga: DICARI : Hafiz Quran untuk Masuk Sekolah Elit SMA Pradita Dirgantara Boyolali, Gratis Sampai Lulus

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved