Berita Klaten Terbaru

Taman Kuliner MPP Klaten Disegel Satpol PP Sejak 7 Juni : Kekhawatiran Rebutan Lahan PKL Jadi Sebab

Taman Kuliner MPP Klaten disegel Satpol PP. Penyegelan itu merupakan tindakan tegas Pemkab Klaten bahwa lokasi tersebut belum dapat dipergunakan

TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Kondisi Taman Kuliner Mal Pelayanan Publik Kabupaten Klaten, yang tersegel oleh garis kuning Satpol PP Klaten, Senin (13/6/2022) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Ada yang berbeda dengan tampilan kompleks taman kuliner yang berada dalam satu kompleks Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jalan Mayor Kusmanto, Klaten, sejak Selasa (7/6/2022). 

Garis pembatas berwarna kuning dengan logo dan tulisan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Klaten tampak membentang di jalan masuk ke Taman Kuliner.

Dengan kata lain, Taman Kuliner MPP Klaten ini tengah disegel Satpol PP.

"Pemasangan garis pembatas itu dilakukan sejak beberapa hari lalu, karena untuk sementara ini Taman Kuliner belum (bisa) dipakai untuk PKL," jelas Kepala Satpol PP Klaten, Joko Hendrawan saat dihubungi TribunSolo.com, Senin (13/6/2022).

Penyegelan itu disebut sebagai tindakan tegas Pemkab Klaten bahwa lokasi tersebut belum dapat dipergunakan untuk berjualan. 

"Kemarin kita mendapati, sempat digunakan untuk wahana mainan, padahal mainan tidak boleh disana. Makanya kita tutup," tegas Joko. 

Selain itu, penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi Pemkab Klaten agar tidak terjadi perebutan lahan jualan ke depannya.

"Kalau nanti sudah waktunya (diresmikan), Pemerintah pasti akan mengijinkan (digunakan)," terangnya. 

"Ini dilakukan untuk menghindari terjadi rebutan (lahan) makanya kita pasang garis Satpol-PP," tambahnya. 

PJ Sekda Kabupaten Klaten, Jajang Prihono menambahkan jika penutupan Taman Kuliner MPP itu juga dikarenakan bakal ada pembangunan lanjutan.

Dikhawatirkan jika tidak ditutup, justru akan mengganggu proses pengerjaan proyek di lokasi tersebut. 

"Terkait dengan penyegelan MPP itu karena akan ada kegiatan lanjutan (pembangunan) fisik," kata Jajang.

"Itu kalau mereka (PKL) jualan disana, nanti jadi saat proses pembangunan akan repot semua. Makanya itu jangan dipakai dulu karena itu belum selesai," tambahnya.

Langkah itu terpaksa diambil agar PKL di lokasi tersebut tidak menjamur alias berkembang lebih banyak. 

"Kemarin sebelum ditutup sudah kita imbau agar tidak berjualan disana (Taman Kuliner MPP). Namun karena tidak digubris, terpaksa kita tutup," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved