Breaking News:

Kuliner Solo

Kuliner Legendaris Wonogiri : Sayur Lombok Ijo Gerus Paranggupito, Tempe Busuknya Menggugah Selera

Cara pengolahan sayur gerus di Warung Bu Cip Wonogiri masih tradisional. Bumbu-bumbu disangan, atau digoreng akan tetapi tidak menggunakan minyak. 

Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/ERLANGGA BIMA SAKTI
Sayur gerus khas Paranggupito Wonogiri di warung makan Bu Cip. Kuliner tradisional ini jadi langganan pejabat. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti 

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Bicara soal kuliner khas, Wonogiri seakan menjadi gudangnya makanan unik yang jarang sekali dijumpai di luar daerah. 

Seperti halnya sayur lombok ijo, di Kecamatan Paranggupito, Wonogiri ini.

Ada yang sedikit berbeda dari sayur lombok ijo yang biasanya gampang ditemukan di daerah luar Wonogiri.

Baca juga: Kuliner Enak Karanganyar: Nikmatnya Ayam Gohyong di Mie Lombok AA, Makanan Viral Gegara Nex Carlos

Namanya adalah sayur gerus atau jangan gerus.

Kuliner tersebut bisa ditemukan di Warung Makan Bu Cip yang berada di Dusun Parang, Desa Paranggupito. 

Jangan gerus disana diolah dengan menggunakan tempe bosok atau busuk sebagai pelengkap.

Lombok yang digunakan tidak diiris, melainkan diulek sehingga lebih pedas. 

Baca juga: Tempat Makan Bakso Enak di Solo : Cicipi Bakso Pak Emprit, Pakai Indomie sebagai Pengganti Bihun

"Saya mulai buka warung makan mulai 1990. Sejak saat itu saya sudah menjual jangan gerus," kata pemilik warung makan Bu Cip, Cipto (62) kepada TribunSolo.com. 

Pada umumnya, sayur lombok ijo menggunakan cabai hijau yang diiris kecil-kecil, namun sayur gerus cabainya diulek. 

Cara pengolahan sayur gerus juga masih tradisional.

Bumbu-bumbu disangan, atau digoreng akan tetapi tidak menggunakan minyak. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved