Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Karanganyar Terbaru

Tangga Gunung Lawu Dibangun & Diberi Lampu, Bupati Karanganyar : Tak Ada Lagi Pendaki yang Tersesat

Pernah mendaki Gunung Lawu melalui jalur Cemoro Kandang di Kabupaten Karanganyar?

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Ilustrasi : Pendaki tengah menaiki gunung. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pernah mendaki Gunung Lawu melalui jalur Cemoro Kandang di Kabupaten Karanganyar?

Jika ada yang rusak, kena longsoran hingga tak beraturan, tenang, kini pemerintah daerah bakal mewujudkan harapan para pendaki.

Ya, adalah Pemkab Karanganyar yang bakal membangun tangga sepanjang jalur menuju puncak gunung tersebut.

Bupati Karanganyar Juliyatmono telah mengundang sejumlah pegiat lingkungan hidup dan komunitas sukarelawan Tawangmangu, Ngargoyoso, Jenawi dan Karangpandan.

Rencananya yang akan dibangun yakni sepanjang 12 kilometer dari pos pendakian Cemoro Kandang untuk menjangkau puncak lawu berketinggian 3.265 meter dari permukaan laut.

Bupati Karanganyar mengatakan pada daerah-daerah ini merupakan penyangga lereng Gunung Lawu. 

“Sempat dulu merencanakan buat tangga Lawu, namun baru bisa kembali dibahas lagi sekarang karena dua tahun kemarin terhalang pandemi,” kata Juliyatmono kepada TribunSolo.com, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: Tangga Lawu, Ide Bupati Karanganyar yang Tertunda 2 Tahun karena Pandemi, Tahun Ini Mulai Diseriusi

Baca juga: Potret Upacara Piodalan di Lereng Gunung Lawu Karanganyar: Diikuti Ratusan Umat Hindu

Juliatmono menjelaskan, dalam proses pembangunan jalur pendakian Gunung Lawu membutuhkan partisipasi dari para sukarelawan dan sokongan dana mitra pemerintah.

Ia berharap pembuatan jalur ramah pendakian didukung para anggota komunitas tersebut.

Mengingat kata Juliyatmono, jalur pendakian resmi melalui Cemoro Kandang di Tawangmangu dan Ngargoyoso, seringkali membuat pendaki tersesat karena kehilangan arah.

"Penanda rute perjalanan ke puncak Lawu juga tertutup tumbuhan maupun hilang, harapannya tak ada lagi yang tersesat," jelas dia.

Dia mengaku memiliki ide membuatan jalur ramah pendaki yang dinamakan tangga Lawu.

Ia menjelaskan tangga lawu ini yang dimaksud bukan tangga yang dibuat seperti tangga permanen, melainkan jalur yang ditandai bebatuan untuk trap-trapan akan dirapikan.

Selain itu di kanan kiri jalur tersebut dilakukan penataan pepohonan, serta dipasang lampu penerangan di bagian tertentu.

"Saya yakin ini dapat mempercepat realisasi tangga Lawu, material penyusun jalur ini dapat memanfaatkan bahan di sekitar seperti batu dan kayu," tutur Juliyatmono.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved