Berita Boyolali Terbaru
Update Pembangunan Tol Solo-Jogja : Ruas Kartasura-Klaten Progresnya Sudah 35 Persen
Progres pekerjaan fisik pembangunan tol Solo-Jogja, khususnya ruas Kartasura-Klaten disebut telah mencapai angka 35 persen.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
"Karena waktu itu, setelah Surat Ijin Penambangan Batuan baru dua minggu setelahnya dipindah ke Provinsi," jelasnya.
Baca juga: Khawatirnya Wali Siswa SDN 1 Bumiharjo Klaten Tiap Lepas Sang Anak ke Sekolah : Takut Atap Ambrol
Bambang mengugkapkan jika pihaknya akan memperbaiki jalan yang rusak sesuai dengan kesepakatan yang dibuat.
Menurutnya hingga saat ini perbaikan berkala terus pihaknya lakukan.
"Kaitannya nanti dengan pengembalian jalan seperti semula kita sudah taruh uang jaminan, jadi tidak perlu ada kekhawatiran," ungkapnya.
"Semua nanti yang bertanggung jawab dari CV kami," tegasnya.
Agung mengatakan jika pihaknya melakukan kontrak kerja selama satu tahun atau hingga 2023 untuk menggarap lahan seluas sebelas hektar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Klaten, Agus Suprapto, menejelaskan pihaknya meminta CV tersebu melengkapi dokumen-dokumen sebagai persyaratan penambangan.
Menurutnya, penutupan sementara yang dilakukan oleh pemerintah bukan untuk menghalangi pembangunan Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Solo-Jogja itu.
Namun ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi sebelum melanjutkan kegiatan penambangan itu.
"Kita sampaikan bahwa pelayanan perizinan dari pemerintah tidak berusaha menghalangi atau yang lainnya," terangnya.
"Tadi disampaikan ada beberapa dokumen yang belum lengkap diantaranya adalah UKL, UPL dan AMDAL," jelasnya.
Sangat Terganggu
Temu Winardi (57) warga Desa Kebon yang berjualan kelontong dirumahnya mengaku sangat terganggu dengan debu dari jalan yang rusak.
Untuk mengatasinya, dia biasanya menyiram hingga 3 kali dalam sehari meski saat matahari sangat terik hanya bertahan beberapa menit saja langsung kering kembali.
"Kalau kemarin waktu masih ada penambangan biasa bisa sampai 5 kali disiram dari pihak penambang," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Truk-dum-pengangkut-tanah-uruk-berlalu-lalang-di-proyek-pembangunan-jalan-tol-Solo-Jogja.jpg)