Berita Boyolali Terbaru

Update Pembangunan Tol Solo-Jogja : Ruas Kartasura-Klaten Progresnya Sudah 35 Persen

Progres pekerjaan fisik pembangunan tol Solo-Jogja, khususnya ruas Kartasura-Klaten disebut telah mencapai angka 35 persen.

Tayang:
TribunSolo.com/Tri Widodo
Truk dum pengangkut tanah uruk berlalu lalang di proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja, di Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Kamis (21/7/2022) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Akhir tahun 2023, Jalan Tol Solo-Jogja dari gerbang tol Colomadu-Klaten sudah bisa dilalui.

Pelaksana pekerjaan terus menggenjot progres pembangunan tol Solo-Jogja yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN).

PT Adhi Karya adalah pelaksana proyek yang bertanggung jawab atas pembangunan seksi 1, yang menyambungkan tol Semarang-Solo hingga ke wilayah Klaten.

Baca juga: Bupati Klaten Minta Ada Jalur Khusus Sepeda di Jalan Tol Solo - Jogja, Jadi Daya Tarik Wisata Klaten

Baca juga: Kejadian Unik di Proyek Jalan Tol Solo-Jogja : Ada Tanah dengan Gugatan Terbanyak hingga 4 Kali

Oka Candra Sukmana, kepala proyek ini memberikan update mengenai progres pekerjaan fisik pembangunan tol Solo-Jogja kepada TribunSolo.com, Kamis (21/7/2022).

"Kalau Solo sampai Klaten, (progresnya) sampai saat ini sudah 35 persen," katanya.

Total panjang pekerjaan jalan tol yang dia tangani mencapai 23 kilometer.

Saat ini pengurukan lahan juga masih terus dikebut.

Di samping fokus pada pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti pembuatan box untuk saluran irigasi dan jalan.

Ratusan armada truk dump berlalu lalang mengangkut tanah uruk dari beberapa penambangan tanah uruk.

Baca juga: Jalan Tol Solo-Jogja Beroperasi 2023, Waktu Tempuh Solo ke Jogja Jadi 20 Menit, Biasanya Sejam Lebih

Baca juga: Situs Inilah yang Buat Jalan Tol Solo-Jogja Dibuat Melayang, Selama Ini untuk Sembahyang Umat Hindu

Tanah uruk itu ditimbun hingga level tertentu sesuai kebutuhan kontruksi jalan.

Ada yang setinggi overpass jalan raya, ada juga yang hanya beberapa meter dari tanah sekitarnya.

Seperti yang terlihat di titik pembangunan overpass Banyudono yang menjadi jembatan penyeberangan dari jalan tol Semarang-Solo ke tol Solo-Jogja ini.

Abutmen dan girder di sisi selatan jalan arteri Solo-Semarang telah terbangun.

Untuk mencapai ketinggian yang sama dengan girder jembatan itu, maka dilakukan penimbunan tanah.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved