Berita Boyolali Terbaru
Update Pembangunan Tol Solo-Jogja : Ruas Kartasura-Klaten Progresnya Sudah 35 Persen
Progres pekerjaan fisik pembangunan tol Solo-Jogja, khususnya ruas Kartasura-Klaten disebut telah mencapai angka 35 persen.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Jalan di Bayat Rusak Parah, Tambang untuk Tanah Uruk Proyek Tol Solo-Jogja Disegel
Satpol PP Klaten resmi menutup penambangan batu dan tanah untuk menguruk proyek Tol Solo-Jogja di Desa Kebon, Kecamatan Bayat.
Kepala Satpol PP Klaten, Joko Hendrawan menjelaskan, pihaknya resmi menyegel lokasi penambangan yang membuat jalanan menjadi rusak dan dikeluhkan warga.
"Sementara lokasi penambangan galian c ini masih kita tutup," terang dia kepada TribunSolo.com, TribunSolo.com, Rabu (20/7/2022).
"Nanti untuk sementara akan kita tutup dengan garis dilarang melintas dari Satpol-PP, yang akan kita buka jika dokumen yang kita minta sudah terpenuhi," tegasnya.
Joko mengaku belum bisa memastikan penyegelan itu akan dilakukan berapa lama.
"Untuk sampai kapannya (tidak tahu), nanti sampai dari tim kabupaten mengkaji termasuk dengan (CV) Cipta Karya nanti juga ada pemanggilan dan koordinasi untuk mendapatkan kejelasan, baru setelah itu akan kita buka kembali," jelasnya.
Sementara itu, Perwakilan dari CV Cahaya Indra Laksana, Bambang Satriawan, mengaku akan mengikuti aturan yang berlaku selama kegiatan penambangan di desa tersebut.
"Kita tidak mau melakukan penambangan ilegal," tegasnya.
Menyinggung soal kejadian yang viral, warga terjatuh di jalan yang rusak akibat dampak dari penambangan di desa itu, pihaknya mengaku sudah melakukan sosialisasi.
Dirinya tak menampik jika faktor cuaca mempengaruhi kondisi jalan itu, sehingga beberapa warga dikabarkan terjatuh lantaran jalan menjadi licin setelah hujan lebat.
Meski begitu dirinya mengatakan jika pihaknya terus melakukan pembersihan terhadap material yang jatuh saat proses penambangan.
Baca juga: Belasan Jemaah Haji Indonesia Kena Covid-19 Pulang dari Arab Saudi, PPIH Embarkasi Solo : Belum Ada
Baca juga: Demi Mengatasi Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Klaten akan Gelar KBMKB 6 kali dalam Setahun
"Itu kita lakukan antisipasi dengan pembersihan, penyemprotan berkala, tapi karena faktor curah hujan yang kemarin tinggi itu mengakibatkan jatuh," jelasnya.
Diungkapkan Bambang jika perijinan kegiatan penambang di lokasi itu masih ada beberapa dokumen yang belum lengkap.
Hal itu lantaran lokasi untuk mengurus dokumen-dokumen itu berbidah kewenangan, membuat pihaknya agak kesulitan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Truk-dum-pengangkut-tanah-uruk-berlalu-lalang-di-proyek-pembangunan-jalan-tol-Solo-Jogja.jpg)