Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali Terbaru

Ada Fenomena Sekolah Kelebihan & Kekurangan Guru di Boyolali: Guru SD-SMP Negeri Siap-siap Dipindah

Fenomena kekurangan dan kelebihan guru di Boyolali membuat ada rencana memindahkan guru SD-SMP Negeri dari sekolah yang kelebihan guru ke yang kurang

TribunSolo.com/Tri Widodo
Ilustrasi pembelajaran di SMP N 1 Boyolali. Fenomena kekurangan dan kelebihan guru di Boyolali membuat ada rencana memindahkan guru SD-SMP Negeri dari sekolah yang kelebihan guru ke sekolah yang kekurangan guru. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Guru SD dan SMP Negeri yang jumlahnya banyak harus siap-siap dipindah sewaktu-waktu.

Sebab, masih banyak sekolah di Boyolali yang kekurangan guru alias tenaga pendidik.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali disebut mulai bersiap melakukan penataan guru SD dan SMP.

Baca juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 38 Dibuka, Belum Diketahui Berapa Warga Boyolali yang Daftar

Baca juga: Petaka Tengah Malam di Boyolali, Rumah Rusdiyanto Ludes Terbakar: Api Membesar dari Dapur

Menurut Kabid Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPTK) Puji Rahayu Fitriyani, sekolah di wilayah utara Boyolali banyak yang kelebihan guru.

Hal itu karena dahulu fokus pemerintah pusat dalam penerimaan guru PPPK berada di wilayah Boyolali Utara.

"Di sisi lain, ada sekolah yang kekurangan guru. Baik PNS maupun P3K," kata Puji, kepada TribunSolo.com, Senin (25/7/2022).

"Misalnya PNS guru SD kan idealnya 6 guru, lalu di situ gurunya lebih dari 6. Maka yang kelebihan itu akan kita alihkan ke sekolah yang kekurangan guru," terangnya.

Selain menggeser guru, pada penempatan PPPK tahap 3 nanti akan diprioritaskan pada sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru.

Baca juga: Potret Lautan Manusia di CFD Boyolali: Masyarakat Tumplek Blek, Berjubel hingga Pasar 

Baca juga: Begal Cilik di Boyolali Tetap akan Diproses Sesuai Prosedur, Namun Libatkan Instansi Terkait

"Agar merata. Meski kami sudah memaksimalkan potensi guru agar pembelajaran tetap terkaver dan tidak terganggu," katanya. 

Sementara itu, Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto mengatakan penataan guru tidak serta merta ketika ada kekosongan guru langsung dilakukan mutasi. 

Penataan sekolah selama libur semester dengan pertimbangan psikologi siswa yang diajar.

"Sebenarnya, masuk ajaran baru harus selesai. Namun, saya menunggu proses P3K selesai. Kan oleh Kemendikbud Ristek ada tiga tahap P3K," ujar Darmanto.

"Nah, tahap 1 dan 2 sebanyak 1.302 P3K sudah selesai (ditempatkan). Nah ketika di situ ada yang pensiun dan ada yang tambah, artinya di situ perlu penataan," katanya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved