Berita Karanganyar Terbaru

Meski Belum Berikan Izin Pendirian, BKD Karanganyar Tetap Pungut Pajak Restoran & Retribusi Daerah 

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) Karanganyar, telah memungut pajak restoran untuk objek wisata Kali Pepe Land.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Tri Widodo
Pasar tumpah di Kali Pepe Land, Minggu (19/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) Karanganyar, telah memungut pajak restoran untuk objek wisata Kali Pepe Land, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Bahkan, pengelola objek wisata tersebut telah melaporkan hasil omzet restoran pada bulan Juli 2022.  

Kepala BKD Karanganyar, Kurniadi Maulato mengatakan retribusi restoran dikenakan ke Kali Pepe Land didasari regulasi pajak dan retribusi daerah. 

"Sepanjang resto itu berada di Karanganyar, maka dikenai pajak restoran, itu sudah masuk kriteria tempat usaha kuliner kena pajak, bukan warungan atau kelontong," ungkap Kurniadi kepada TribunSolo.com, Minggu (21/8/2022).

Baca juga: Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo Turut Soroti Kali Pepe Land yang Diduga Belum Kantongi Izin

Baca juga: Kasus Kali Pepe Land Terdengar Sampai Telinga Kementerian ATR : Temui Pemkab Karanganyar & Boyolali

Kurniadi menyebut setoran retribusi dari Kali Pepe Land sudah terdata pada bulan Agustus 2022. 

Dia menuturkan, berdasarkan data yang dipegangnya, ada laporan dari Kali Pepe Land terkait omzet restoran pada bulan Juli 2022.   

"Mereka sudah lapor omzet bulan Juli, 2022, sehingga mereka mulai wajib membayar pajaknya pada Agustus ini," kata Kurniadi.

Dia menegaskan tak memandang legalitasnya dalam mengenakan pajak dan restribusi daerah.

Pasalnya kata dia, pengenaan pajak dan retibusi daerah bisa dilakukan tanpa menunggu dikeluarkan izin berdiri.

"Karena pajak ditarik bukan didasari izinnya tapi kewajiban dari penyelenggaran jasa pelayanan restonya," kata Kurniadi.

Sementara itu, Manager Kali Pepe Land, Muhammad Qhrurdha Primasidi mengatakan perhitungan setoran pajak restoran ditentukan BKD Karanganyar

Pihaknya tak diberi perangkat tapping box oleh BKD Karanganyar 

"Enggak diberi tapping box, tapi kami sudah disurati BKD perihal pajak restoran, kemudian, kami mengirimkan laporan omzet usaha kami," kata Qhurdha.

Dia menjelaskan di Kali Pepe Land terdapat 200 tenant atau lapak usaha berbagai komoditas dan UMKM.

Ia mengarajan ratusan tenant tersebut terdiri dari makanan, permainan sampai hiburan musik. 

"Kalau akhir pekan bisa sampai 500 tenant," pungkas Qhurdha.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved