Berita Klaten Terbaru
Masuk Musim Kemarau, Warga Lereng Merapi Mulai Kesulitan Air Bersih, Minta Pasokan Air ke BPBD
Sejumlah desa di lereng Merapi mulai kesulitan mengakses air bersih di musim kemarau ini. Mereka kemudian mengajukan pasokan air bersih ke BPBD
Penulis: Ibnu DT | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Memasuki musim kemarau, beberapa desa di lereng merapi mulai mengajukan permintaan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten.
"Ya, sudah ada beberapa yang mengajukan air bersih ke kita," terang Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten Sri Winoto, Selasa (30/8/2022).
Tercatat beberapa desa yang meminta pasokan air bersih diantaranya adalah Desa Kendalsari sebanyak 3 tangki air, Sidorejo sebanyak 2 tangki air dan Tlogowatu sebanyak 3 tangki air.
Selain itu pada Jumat (26/8/2022) lalu, total ada 14 tangki yang telah disalurkan ke empat desa.
Baca juga: Belokan Liar Klepu, Belokan Paling Berbahaya di Klaten : Ditutup Gegara Banyak Pemotor Tewas di Sini
Baca juga: Berpotensi Jadi Tempat Penularan HIV-Aids,KPA Klaten Gandeng Puluhan Pengelola Hotel Berikan Edukasi
Antara lain Desa Kendalsari 6 tangki, Sidorejo 3 tangki, Tlogowatu 3 tangki dan Tangkil 2 tangki air.
"Rata-rata penyebab atau permintaan air bersih ini karena sumur-sumur di tempat mereka sudah mulai surut atau kering jadi mereka butuh support air," ujar Winoto.
Meski sudah melayani permintaan air, kondisi tersebut dinyatakan sebagai bencana kekeringan.
Lantaran, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan surat dari Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait status darurat bencana kekeringan yang akan dijadikan rujukan.
"Sehingga kita hanya melayani permintaan dari desa-desa yang sudah mengalami krisis air bersih, dasar permintaan dari Kepala desanya" ungkapnya.
Winoto mengungkap permintaan air bersih pada tahun ini tergolong rendah jika dibandingkan tahun lalu.
Dirinya menduga, hal ini dikarenakan hujan yang masih kadang terjadi meski sudah memasuki musim kemarau.
"Kalau untuk Klaten sendiri kita masih masuk kemarau basah, sudah masuk musim kemarau tapi masih ada hujan," ungkapnya.
Baca juga: Pamit ke Suami Cuci Baju, Nenek di Jatinom Klaten Tak Pulang Seharian : Ditemukan Terapung di Sumur
Baca juga: Bupati Klaten Monitoring Tes Seleksi Perangkat Desa di 4 Lokasi Ujian : Tak Temui Kendala Teknis
"Karena beberapa desa saat hujan malah sampai terjadi banjir," tambahnya.
Saat ini Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (Pamsimas) sudah mulai berfungsi, terutama untuk menangani keperluan air bersih.