Berita Klaten Terbaru

Imbas Kenaikan Harga BBM, 120.290 Keluarga di Klaten Terima BLT Rp150 Ribu Selama 4 Kali

Ada 120.290 keluarga penerima manfaat (KPM) di Klaten yang nantinya akan menerima BLT sebagai pengalihan subsidi BBM

Tayang:
(tangkapan layar akun twitter Alinda/Kompas.com)
Bocoran harga bbm usai alami kenaikan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Ada 120.290 keluarga penerima manfaat (KPM) di Klaten yang nantinya akan menerima bantuan langsung tunai (BLT) sebagai salah satu bentuk pengalihan subsidi BBM akan segera dilakukan oleh pemerintah. 

Nantinya, BLT akan disalurkan tiga tahap penyaluran yang rencananya akan dimulai pada pekan ini. 

"Terkait penyesuaian harga BBM, pemerintah melalui Kemensos akan menyalurkan BLT BBM di Klaten. Tahap pertama ada 88.926 KPM, tahap kedua 30. 593 KPM dan tahap ketiga ada 771 KPM sehingga total jumlah 120.290 KPM," terang Kepala Dinas Sosial P3A dan KB Pemkab Klaten, Much Nasir, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Nasib Dua Warga Klaten Timbun Solar, Mau Dijual saat Harga BBM Naik, Malah Tertangkap Polisi

Baca juga: Kuliner Klaten: Sale Pisang Basah Buatan Warga Gantiwarno, Manis Tanpa Pengawet Harganya Terjangkau

Nantinya, setiap KPM di Klaten tersebut akan menerima BLT dengan besaran Rp 150 ribu selama empat bulan. Terhitung mulai September hingga Desember 2022.

"Akan diterimakan dua kali. Jadi di tanggal 7 sampai dengan tanggal 11 September ini akan direalisasikan tahap pertama," terangnya. 

Terkait mekanismenya, Nasir mengatakan jika penyaluran lewat PT Pos berupa uang tunai, pemberiannya melalui komunitas desa. 

Jadwal pengambilannya akan mengikuti undangan yang diberikan oleh PT Pos, dengan lokasi pengambilannya antara dimasing-masing desa atau di kantor Pos Kecamatan. 

Sedianya, bantuan tersebut tujukan bagi warga miskin dan rentan miskin akibat penyesuaian harga BBM. 

"Kita baru cek datanya, hari ini PT Pos baru menyusun jadwal rencana realisasi. Dengan ada penyesuaian harga BBM akan berdampak pada kenaikan harga, (harapannya) BLT ini untuk membantu," sambung Nasir.

Kini pihaknya sedang berkoordinasi dengan PT Pos mendapatkan data detail setiap penerima BLT tersebut.  

Baca juga: Duh! Puluhan Lampu PJU Bertenaga Surya di Klaten Tak Bisa Nyala, Dicek Ternyata Raib Dicolong Maling

Baca juga: Fantastis, Rp 1,89 Triliun untuk Ganti Rugi Tol Solo-Jogja Sudah Diterima Warga 39 Desa di Klaten

"Bisa jadi sama (nama penerima bantuan) karena datanya dari Kemensos yang asalnya dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data itu memang dari desa tapi apakah desa itu setiap bulannya update atau tidak datanya kita belum tahu," sebut Nasir.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dissos P3APPKB) itu menambahkan bantuan lainnya juga terus berjalan. 

"Termasuk nanti BLT dari dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCT) dari provinsi dan kabupaten, nilainya Rp 300 ribu perbulan," imbuh Nasir.

Nasir mengatakan jika penerima BLT DBHCHT provinsi jumlahnya 1.332 KPM dengan ketentuan bekerja sebagai buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau.

Dalam kesempatan itu, dirinya memastikan tidak akan ada penerimaan bantuan ganda lantaran pihaknya telah menyandingkan data yang ada. 

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved