Berita Solo Terbaru

Buntut 'Amplop Kyai', Masyarakat Pecinta Kyai Solo Raya Bakal Gelar Aksi di Bundaran Gladag

Pernyataan amplop kyai dari Suharso Monoarfa ternyata berbuntut panjang dan luas. Kini Forum Masyarakat Pecinta Kyai Solo Raya juga menyatakan sikap

TRIBUNNEWS/MUHAMMAD FADHLULLAH
Suharso Monoarfa dilengserkan dari jabatannya sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pernyataan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa soal 'amplop kyai' berbuntut panjang.

Di Jogja, sempat ada aksi dari sekelompok masyarakat yang 'ngamen' untuk mengembalikan uang amplop kyai hingga berencana melaporkan Suharso ke polisi.

Sementara di Solo, masyarakat yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Pencinta Kyai Solo Raya berencana menggelar aksi damai untuk memberikan dukungan kepada DPP PPP atas pencopotan Suharso Monoarfa dari ketua umum.

Baca juga: Tanggapan DPC PPP Wonogiri Soal Suharso Monoarfa Dicopot dari Ketum: Kami Menunggu Instruksi Pusat

Baca juga: Suharso Monoarfa Dicopot dari Jabatan Ketua Umum, Ketua DPC PPP Sragen : Keputusan Sudah Matang

Aksi damai itu akan digelar di Bundaran Gladag, Jalan Slamet Riyadi Solo, Kamis (8/9/2022).

Tresno Subagyo, salah satu anggota forum pecinta Kyai Solo Raya mengatakan aksi damai ini akan diikuti ratusan orang se-Solo Raya.

Mereka yang ikut dalam aksi damai ini adalah masyarakat yang mengklaim sayang akan keberadaan kyai.

"Kami sangat menyayangkan atas pernyataan Pak Suharso Monoarfa yang sangat menyakiti hati kami," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (8/9/2022).

Menurutnya, Partai Persatuan Pembangunan didirikan oleh para Ulama demi berkhidmat kepada Ummat, Bangsa dan Negara.

Sehingga dalam menjalankan roda organisasi partai tidak bisa lepas dari peran para Ulama.

Baca juga: Pandangan Pengamat Soal Pemberhentian Suharso dari Ketum PPP, Bisa Goyang Kursi di Kabinet

Baca juga: Respon Ketua DPC PPP Karanganyar, Tahu Suharso Monoarfa Dicopot dari Jabatan Ketua Umum PPP

Bahwa penghormatan kepada Ulama adalah wajib bagi seluruh elemen partai termasuk di dalamnya adalah Ketua Umum.

Tresno menilai Konstituen Partai Persatuan Pembangunan sebagian besar adalah kaum Muslimin yang menjunjung tinggi harkat dan martabat para Ulama.

Apabila ada penistaan kepada Ulama oleh Kader Partai apalagi seorang Ketua Umum, maka akan menimbulkan kemarahan besar ummat.

"Untuk menghindari fitnah yang lebih besar di PPP dan tetap menjaga marwah para ulama, kami Forum Masyarakat Pencinta Kyai Solo Raya mendukung penuh Pencopotan Bapak Suharso Monoarfa sebagai Ketua umum," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved