Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Wonogiri Terbaru

Sulit Akses Air Bersih Saat Kemarau, Pengeboran Sumur Diharap Jadi Solusi Warga Giritontro Wonogiri 

Pengeboran sumur ini diharapkan menjadi solusi kesulitan warga setempat mengakses air bersih saat musim kemarau, Mereka acap kali harus membeli air

Istimewa
Pengeboran sumur air di Dusun Selur, Desa Ngargoharjo, Giritontro, Wonogiri. Pengeboran sumur ini diharapkan menjadi solusi kesulitan warga setempat mengakses air bersih saat musim kemarau. Warga selama ini kerap membeli air melalui truk tangki saat kesulitan mengakses air bersih. 

Biasanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih, oada musim kemarau warga membeli air dari tangki untuk ditampung pada bak penampungan milik masing-masing.

Sebab, baru 2 dari 12 dusun disana yang tersentuh aliran air dari PDAM.

Luweng di Pracimantoro

Pencarian mulut luweng di Dusun Joho Kidul, Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri akhirnya ditemukan.

Misteri keberadaan luweng atau lobang di dalam tanah yang bisa sewaktu-waktu amblas sendirinya sehingga air mengalir ke sungai bawah tanah itu, terjawab sudah.

Luweng biasanya ada di tanah atau dataran yang terdapat karst seperti di Wonogiri itu.

Menurut Camat Pracimantoro Warsito, pencarian ini memakan waktu selama 10 hari.

Selain menggunakan ahli geografi, relawan, bahkan mengerahkan sejumlah paranormal.

"Pencarian sudah kita lakukan sejak hari Jumat (5/2/2021), dan baru ketemu Senin (15/2/2021) sore," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (18/2/2021).

Proses penggalian luweng demi mengatasi genangan banjir yang terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jumat (12/2/2021).
Proses penggalian luweng demi mengatasi genangan banjir yang terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jumat (12/2/2021). (TribunSolo.com/Agil Tri)

Pencarian luweng ini dengan menggunakan alat berat, dan ditemukan di kedalaman 6,5 meter dan lebar 1,5 meter.

Lokasi penemuan itu berada di pekarangan belakang rumah warga setempat yakni Pak Dalang Patik.

Luweng ini memiliki bentuk yang vertikal sekitar satu hingga dua meter, kemudian langsung membentuk horizontal.

Seusai ditemukan, luweng langsung dicoba diguyur air, dan airnya langsung bisa masuk ke dalam luweng dengan lancar.

"Untuk Joho Kidul cukup satu saja, tidak akan cari luweng lainnya," aku dia.

"Warga senang dan bahagia sekali. Jadi, kita gak jadi bikin saluran air. Kalaupun dibuat saluran air hujan jarak pembuangannya juga jauh," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved