Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Wonogiri Terbaru

Sulit Akses Air Bersih Saat Kemarau, Pengeboran Sumur Diharap Jadi Solusi Warga Giritontro Wonogiri 

Pengeboran sumur ini diharapkan menjadi solusi kesulitan warga setempat mengakses air bersih saat musim kemarau, Mereka acap kali harus membeli air

Istimewa
Pengeboran sumur air di Dusun Selur, Desa Ngargoharjo, Giritontro, Wonogiri. Pengeboran sumur ini diharapkan menjadi solusi kesulitan warga setempat mengakses air bersih saat musim kemarau. Warga selama ini kerap membeli air melalui truk tangki saat kesulitan mengakses air bersih. 

Lebih lanjut Warsito mengatakan, pencarian mulut luweng akan dilakukan juga di Dusun Klepu, Desa Sumberagung.

Pencarian luweng di lokasi Dusun Klepu diprediksi lebih mudah daripada di Joho Kidul.

"Karena titik mulut luweng di Klepu masih kelihatan jelas," terang dia.

Baca juga: Pencarian Luweng di Wonogiri Minta Bantuan Orang Pintar, Ini Cara Mendeteksi via Metode Geolistrik

Baca juga: Penjelasan Ahli Tentang Luweng : Lobang Air di Wonogiri yang Dicari dan Libatkan Orang Pintar

Awal Mula Pencarian Luweng 

Sebelumnya, sejumlah titik di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri rawan mengalami kebanjiran. 

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, biasanya air mengalir ke ruang bawah tanah melalui luweng atau lobang di tanah yang bisa sewaktu-waktu amblas sendirinya.

Bahkan karena curah hujan tinggi beberapa waktu lalu, banjir menggenangi Dusun Joho Kidul dan sejumlah dusun di Desa Sumberagung. 

Lantas berbagai cara dilakukan, di antaranya mengeruk mencari titik luweng, tetapi ternyata sudah berhari-hari tidak ditemukan.

Padahal pengerukan dengan alat berat atau backhoe.

Saran Sumarjo, Kakek Mas Al Ikatan Cinta : Kalau Sudah Tak Jadi Artis, Nyalon DPRD di Sukoharjo Saja

Video Polisi Bantu Kucing Menyeberang Jalan Raya Viral, Ini Cerita Dibaliknya hingga Banjir Pujian

Camat Pracimantoro Warsito mengatakan, pihaknya hingga meminta bantuan paranormal dalam upaya pencarian mulut luweng tersebut.

"Sudah dibantu orang pintar, tapi masih belum ketemu juga sampai sekarang," kata dia kepada TribunSolo.com, Jumat (12/2/2021).

Setidaknya ada tiga mulut luweng yang dicari, satu di Dusun Dompol Desa Petirsari dan dua luweng lainnya ada di Dusun Joho Kidul Desa Joho.

Ketiga mulut luweng itu diduga tertimbun tanah.

"Ini kita gali lagi di kedalaman 10 meter, kalau masih tidak ketemu, proyeknya nanti akan dihentikan," ucapnya.

Warsito mengatakan, dalam pencarian mulut luweng ini, ada paranormal dari luar Wonogiri yang didatangkan.

"Orang sepuh, dan warga sekitar juga membantu pencarian, tapi masih belum ketemu," ucapnya.

Bahkan lanjut dia, sejumlah ritual dilakukan warga dalam upaya pencarian luweng tersebut.

"Seperti lokasi galian dibuatkan bancakan, hingga warga begadang di lokasi," akunya.

Pengertian Luweng

Istilah "Luweng" cukup asing di telinga masyarakat.

Namun bagi mereka yang tinggal di bebatuan karst seperti wilayah Kabupaten Gunungkidul ataupun Kabupaten Wonogiri akrab dengan luweng. 

Menurut Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Eko Haryono  luweng adalah gua vertikal yang dalam. 

"Luweng terbentuk di dasar-dasar cekungan (Dolin)," katanya kepada Tribunsolo.com, Senin (15/2/2021). 

Menurut mantan President Asian Union of Speleology 2015-2019 itu, di sebuah Dolin selalu ada tempat untuk masuknya air. 

Baca juga: Jadi Biang Kerok Banjir di Pracimantoro, Upaya Normalisasi Luweng Terkendala Pencarian

Baca juga: Misteri Pencarian Luweng, Lobang Air di Pracimantoro : Belum Ketemu, Minta Bantuan Orang Pintar

"Tempat masuknya itu disebut dengan ponor," jelasnya. 

Diameter sebuah luweng tergantung pada seberapa besar wilayah tangkapan air dan debit airnya. 

"Semakin besar besar daerah tangkapannya dan airnya banyak maka diameter luwengnya juga besar," papar dia. 

Baca juga: Banjir Bandang di Wonogiri Rendam 2 Kecamatan dan Ratusan Rumah, Disebabkan Luweng Tersumbat

Intinya ialah luweng terbentuk atas proses masuknya air di permukaan karst yang kemudian larut oleh Dolin. 

Butuh waktu ratusan ribu tahun untuk terbentuknya luweng. 

"Luweng di Gunungkidul rata-rata terbentuknya di atas 100 ribu tahun," katanya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved