Berita Boyolali Terbaru
Longsor di Lereng Merbabu, Jalan Selo-Ampel Nyaris Terputus, Truk Pasir & Batu Dilarang Melintas
Hujan deras yang mengguyur lereng Merbabu mengakibatkan sebuah tebing di Dukuh Pasah RT 03 / RW 01, Desa Senden, Kecamatan Selo longsor.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Hujan deras yang mengguyur lereng Merbabu mengakibatkan sebuah tebing di Dukuh Pasah RT 03 / RW 01, Desa Senden, Kecamatan Selo longsor, Sabtu (22/10/2022).
Akibat longsoran tersebut, akses jalan Selo-Ampel tertutup separoh.
Material tanah setebal 1 meter menjadikan jalan penghubung hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan.
Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD Boyolali, Suherman mengatakan tanah tebing yang longsor itu sepanjang 8 meter dengan ketinggian 3 meter.
"Tanah yang longsor ini merupakan milik Giarto," jelasnya saat dihubungi TribunSolo.com, Minggu (23/10/2022).
Selain tanah tebing yang menutup jalan tersebut, bahu jalan di lokasi tersebut juga mengalami longsor.
Baca juga: Hari Santri Nasional di Boyolali : Ponpes Al Huda Doglo Gelar Kirab Budaya, Santri Jalan Sampai 3 Km
Baca juga: Tahun 2022, 80 Ribu Warga Boyolali Masih Hidup di Bawah Garis Kemiskinan
Bahu jalan sepanjang 6 meter dengan ketinggian juga 6 meter itu longsor dan menimpa lahan pertanian milik Suwandi.
"Karena bahu jalannya longsor, kita langsung pasang pita dan rambu-rambu. Agar tak ada kendaraan yang terperosok," jelasnya.
Beruntung hanya sebagian bahu jalannya yang longsor.
Sehingga setelah material tanah dibersihkan warga dengan gotong royong jalan utama Selo-Ampel itu bisa kembali dilalui kendaraan.
Hanya saja, di beberapa titik telah dipasangi papan peringatan untuk truk pasir dan batu dilarang melintas.
Suprap warga sekitar mengaku sejak Sabtu siang wilayah lereng Merbabu diguyur hujan lebat.
"Dibersihkan baru tadi pagi. Karena sejak kemarin siang sampai malam itu kondisinya hujan," jelasnya.
Dia menyebut jika jalur ini sangat penting bagi warga Selo.
Karena memang merupakan jalur terdekat untuk mengakut hasil bumi dari Selo ke Ampel, Salatiga dan Semarang.
"Ada jalur lain. Tapi harus turun dulu lewat Cepogo, mutar jauh," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kondisi-jalan-Selo-Ampel.jpg)