Berita Boyolali Terbaru
Desa Sruni, Desa Teromantis di Boyolali : Buka Pintu, Lihat Bunga Mawar Merekah Merah di Pekarangan
Warga Desa Sruni rata-rata menanami ladang hingga pekarangannya dengan bunga mawar. Tak salah desa penghasil bunga mawar itu menjadi desa teromantis
Penulis: Tri Widodo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Desa Sruni, Kecamatan Nusuk, adalah desa di Boyolali yang bisa jadi menyandang predikat desa teromantis di Kota Susu.
Usut punya usut, desa yang berada di lereng Merapi itu dikenal sebagai desa penghasil bunga mawar.
Rata-rata penduduknya memiliki tanaman bunga mawar.
Tak hanya di ladang, di pekarangan rumah warga pun ditanami tanaman berduri itu.
Baca juga: Erupsi Merapi 2010 Jadi Awal Teror Geng Kera ke Warga Gobumi di Boyolali : Turun Gunung Cari Makan
Tak salah makanya jika predikat desa teromantis diberikan.
Sebab, begitu membuka pintu rumah pemandangan bunga mekar berwarna merah merekah dipastikan tersaji.
Hasil yang didapat para warga ini pun cukup lumayan untuk menjaga dapur tetap ngebul.
Bagaimana tidak, seratusan batang pohon bunga mawar yang ditanam di halaman rumah saja setiap hari bisa menghasilkan minimal Rp 30 ribu.
"Belum lagi kalau pas hari-hari tertentu, seperti malam Jumat harganya bisa lebih mahal lagi. Bisa sampai Rp 50-100 ribu," kata Tia, salah satu warga Mlambong, Desa Sruni, Kecamatan Musuk, kepada TribunSolo.com, Senin (31/10/2022).
Belum lagi saat bulan Ruwah (penanggalan Jawa), harga bunga mawar bisa tembus Rp 200-250 ribu per keranjang.
Selain di halaman dan pekarangan rumahnya, ladangnya seluas kurang lebih 1.000 meter persegi juga dia tanami bunga mawar ini.
Baca juga: Kuliner Boyolali: Bakso Buaya Darat, saat Dibuka Penuh dengan Isian Daging dan Urat
Hampir setiap hari, Tia bisa memetik bunga hingga 3-4 keranjang.
"Ya lumayan bisa buat kebutuhan sehari-hari. Terutama untuk kebutuhan makan keluarga sudah aman," ujarnya.
Untuk penjualan bunga mawar ini pun warga tak perlu kebingungan.