Berita Boyolali Terbaru

Dikeramatkan, Situs Watu Genuk di Mojosongo Boyolali Jadi Tujuan Meditasi, Konon Auranya Positif

Situs Watu Genuk di Kragilan, Kecamatan Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali dikeramatkan.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Tri Widodo
Yosep salah seorang warga Urutsewu, Kecamatan Ampel tengah bermeditasi di depan Yoni yang ada di Situs Watu Genuk, Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Senin (28/11/2022) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Bagi warga Kragilan, Kecamatan Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Situs Watu Genuk cukup dikeramatkan.

Watu Genuk ini terdapat tiga candi perwara dan terdapat lingga dan yoninya.

Bentuk ornamen yang ada, bangunan ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 dan ke-10 Masehi.

Sebelum dilakukan penelitian, tanah yang menggunduk lebih tinggi ketimbang tanah di sekitarnya itu cukup rimbun.

Semak belukar yang tinggi-tinggi menjadikan tak banyak warga yang berani menjamahnya.

Bahkan sampai saat ini, setelah kawasan itu bersih, warga masih merasa enggan nan takut jika berada di situs itu.

Sebab, pernah terjadi wabah matinya sapi-sapi penduduk secara misterius setelah memindahkan patung lembu Andini ke pemukiman warga.

Namun, di balik keangkeran itu semua ternyata situs ini memiliki khasiat yang cukup ampuh.

Yosep warga Urutsewu, Kecamatan Ampel sudah membuktikannya.

Baca juga: Bukan Pembunuhan, Mayat Pria yang Ditemukan di Cawas Klaten karena Punya Riwayat Sakit Jantung

Baca juga: Kondisi Gadis Asal Karanganyar yang Tersesat di Hutan Keramat Karena Google Maps: Syok dan Lemas

Baginya ada ketenangan yang dia dapatkan saat bermeditasi di situs itu.

Di sana, Yosep menemukan kedamaian hati yang tak pernah dia dapatkan di tempat lain.

Selama meditasi sekitar 15 menit, dirinya seakan merasakan menyatu dengan alam.

Dalam penyatuan itulah ia dapat merasakan energi positif dari candi.

“Di Candi Watu Genuk saya merasakan energi positif berupa energi welas asih yang begitu kuatnya. Saya rasa di sini tidak ada energi negatif,” ujarnya.

Hanya saja, sebelum bermeditasi di situs itu, dia perlu melakukan pensucian diri dengan air yang ada di watu gentong yang ada di bawah situs watu Genuk itu.

Air dari watu gentong itu dia jadikan sarana untuk membersihkan diri lahir dan batin. 

“Kalau orang mau ke sanggar pamujaan di situs Watu Genuk, maka dia harus bersuci dulu di sana,” pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved