Berita Wonogiri Terbaru
Mitos Jalur di Gunung Tunggangan Wonogiri: Pengendara Sering Tersesat,Ada Batu yang Dipercaya Angker
Jalur di Gunung Tunggangan di Kabupaten Wonogiri memiliki kisah mistik yang di antaranya bikin pengendara tersesat.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Asep Abdullah Rowi
Masyarakat juga mempercayai hal tersebut.
Menurut dia, kebanyakan orang yang mengalami kejadian aneh bukanlah warga setempat, seperti misalnya mengalami kecelakaan.
Diduga warga tersebut belum memahami jalur Tunggangan.
"Di bawah Watu Dukun sering terjadi kecelakaan, misalnya truk, maupun pengendara yang melintas. Mungkin juga karena tikungan yang tajam," jelasnya.
Ojek hingga Bus Tersesat
Pada tahun 2019 lalu, terjadi peristiwa yang menggemparkan di sana, yakni bus besar yang tersesat di Jalur Tunggangan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan karena jalan yang sempit.
Kejadian itu cukup di luar nalar, sebab jika dilihat, lebar jalur Tunggangan tak begitu lebar, ditambah tanjakan yang curam dengan tikungan tajam seakan tak mungkin bus besar bisa berada di puncak pegunungan.
"Itu sampai sekarang belum ada jawaban (pasti). Mungkin sopirnya bingung. Dari Jatisrono ke kiri terus, katanya ada penumpang tapi kan tidak ada," ujarnya.
"Bus itu dengan mudahnya terus melaju, padahal tanjakan terjal, jurang kanan kiri, di hutan juga. Itu tidak sadar, tahu-tahu sudah ada di atas dan sudah tidak bisa berbelok lagi," imbuh dia.
Baca juga: Doa Setelah Salat Wajib Agar Terhindar dari Sihir, Amalkan untuk Menangkal Santet dan Hal Mistis
Padahal, jika melihat jalan tersebut, itu hanya bisa dilalui oleh sepeda motor, mobil pribadi maupun truk yang berukuran kecil.
"Sampai sekarang belum tahu penyebabnya apa, alhamdulillah bus bisa dievakuasi, tidak ada korban juga. Setelah itu tidak ada kejadian lagi, mudah-mudahan aman," kata Kades.
Kendati demikian, di balik cerita-cerita di atas, keberadaan jalur Tunggangan menurutnya sangat bermanfaat bagi masyarakat maupun pengguna jalan.
Sebagai perbandingan, jika masyarakat Wonogiri bagian timur seperti Jatisrono, Slogohimo, Purwantoro bahkan Jawa Timur hendak ke wilayah Selatan seperti Baturetno, bisa memangkas jarak melalui jalur itu.
Jika tidak melintas jalur tersebut, harus melintas melalui Kecamatan Ngadirojo, dimana harus memutar lebih jauh dan memakan waktu.
"Selain itu, bagi masyarakat kami itu juga sebagai jalur ke lahan maupun mencari rumput karena punya lahan di atas atau tegalan Tunggangan," jelasnya.
"Masyarakat sini juga banyak yang bekerja di Perhutani, sebagai pengepul karet. Jadi jalur ini sangat bermanfaat, lewatnya situ," tandas dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Wonogiri-Penampak-kelokan-di-jalur-Tunggangan-merupakan-pe.jpg)