Berita Wonogiri Terbaru

Mitos Jalur di Gunung Tunggangan Wonogiri: Pengendara Sering Tersesat,Ada Batu yang Dipercaya Angker

Jalur di Gunung Tunggangan di Kabupaten Wonogiri memiliki kisah mistik yang di antaranya bikin pengendara tersesat.

Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Erlangga Bima
Bus teresat saat dini hari di kawasan itu. Penampak kelokan di jalur Tunggangan merupakan penghubung dua desa di dua kecamatan yang berbeda, yakni Desa Ngelo Kecamatan Jatiroto dengan Desa Genengharjo Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Mengulas kisah mistis di Kabupaten Wonogiri, seakan tak ada habisnya.

Satu di antaranya jalur pegunungan Tunggangan yang menyimpan banyak kisah misteri.

Kawasannya yang penuh dengan pepohonan dan jalan sempit berkelok, menambah kesan angker usai matahari sudah tenggelam.

Jalur Tunggangan merupakan penghubung dua desa di dua kecamatan yang berbeda, yakni Desa Ngelo Kecamatan Jatiroto dengan Desa Genengharjo Kecamatan Tirtomoyo.

Paling ramai, bus tiba-tiba tersesat pada Oktober 2019 silam, sehingga tak bisa melawati karena jalurnya keci.

Lantas seperti kisah yang berkembang di masyarakat?

Kepala Desa Ngelo, Kecamatan Jatiroto, Nanik Nur Samawati, mengungkapkan jalur tersebut sudah ada sejak lama.

Jalur tersebut digunakan masyarakat untuk melintas di dua kecamatan yang terpisah pegunungan.

"Sesuai mitosnya sejak dulu, karena di Tunggangan itu pegunungan tak tidak ada penduduk," kata dia, kepada TribunSolo.com.

Baca juga: Cerita Mistis Jembatan Jurug A Penghubung Karanganyar-Solo : Sosok Gaib Hilang di Tengah Jembatan

Baca juga: Situs Tapak Nata PB X di Cepogo Boyolali Punya Cerita Mistis, Warga Tak Berani Sembarangan

Menurut cerita orang-orang terdahulu, di jalur Tunggangan terdapat batu yang dikenal dengan sebutan Watu Kursi.

Batu itu terletak di hutan, yang katanya, lokasi tersebut angker.

"Dulu pernah, tahu-tahu ada di situ. Itu pengalaman salah satu tukang ojek di Jatiroto," aku dia.

"Dia tidak merasa naik sepeda ke Tunggangan, tiba-tiba sampai di situ (Watu Kursi)," jelasnya.

Selain itu, di kalangan masyarakat setempat, jika melintas di jalur Tunggangan, harus membunyikan klakson.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved