Berita Wonogiri Terbaru
Satpol PP Wonogiri Getol Razia, Sasar Pengamen dan Manusia Silver: Ada Temuan di Lampu Merah Krisak
Manusia silver dan pengamen menjadi buruan Satpol PP Wonogiri. Mereka menggelar razia berdasarkan aduan dari masyarakat yang resah.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Wonogiri gencar melakukan patroli di lokasi yang kerap muncul gangguan ketertiban umum seperti pengamen hingga manusia silver.
Kepala Satpol PP Wonogiri, Joko Susilo, mengatakan pihaknya rutin menggelar patroli itu untuk menciptakan ketentraman dan ketertiban umum di Wonogiri.
Menurutnya, keberadaan pengamen entah itu pengamen yang berkostum boneka maupun manusia silver menyalahi aturan yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 9 tahun 2016.
"Kita rutin patroli, pagi hingga malam. Biasanya paling banyak di sore hari, di titik-titik tertentu. Kita juga dapat aduan dari masyarakat yang resah," kata dia, kepada TribunSolo.com, Jumat (6/1/2023).
Dia menjelaskan, apabila petugas mendapati pengamen, langkah pertama yang dilakukan adalah pembinaan di tempat, kemudian mendata by name by address pengamen yang terjaring.
Jika baru pertama kali, pengamen yang terjaring patroli itu akan dipulangkan ke daerah asalnya.
Satpol PP Wonogiri juga berkoordinasi dengan OPD terkait apabila pengamen berasal dari luar daerah.
Baca juga: Manusia Silver Hilang di Simpang 5 Bejen Karanganyar Pasca Sosialiasi Larangan Beri Uang ke Gepeng
"Ketika sudah dua sampai tiga kali, kita pembinaan di kantor. Jika asalnya Wonogiri kita pemberitahuan ke keluarga hingga desa," jelasnya.
Sementara itu, Kasatpol mengatakan pihaknya juga sudah memetakan titik-titik yang sering digunakan lokasi untuk mengamen, entah itu manusia silver maupun pengamen berkostum boneka.
Adapun lokasi tersebut yakni lampu merah Krisak dan lampu merah Ngadirojo. Selain itu lampu merah di sekitaran RSUD dan Pokoh juga sering menjadi lokasi pengamen.
"Patroli gangguan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat itu kami lakukan setiap hari. Temuan kita tidak menentu setiap harinya," ujar Joko.
Lebih jauh, waktu pengamen mulai beraksi di persimpangan itu sulit diprediksi, bahkan tak jarang para pengamen itu muncul setelah Satpol PP berpatroli.
"Biasanya selang beberapa menit baru datang. Kita biasanya dapat aduan maupun masukan masyarakat," pungkas dia. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.