Berita Solo Terbaru
Sempat Lumpuh Saat Pandemi, Bisnis Kos di Solo Mulai Panen Cuan, Gegara Tak Ada Lagi WFH
Kebanyakan kosan di Kota Solo telah penuh sejak akhir tahun 2022 lalu, dari Oktober hingga Desember 2022
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketakutan akan pandemi Covid-19 mulai dilupakan banyak orang.
Kebijakan pembatasan dicabut, gaya hidup baru pun kembali diterapkan.
Baca juga: Jadi Tempat Seks Bebas, Kos-kosan di Sragen Digerebek, 12 Pasangan Tak Resmi Digelandang Polisi
Gaya hidup bekerja dari rumah alias work from home (WFH) perlahan mulai ditinggalkan.
Banyak perusahaan mulai menghapus kebijakan WFH.
Tatap muka di institusi pendidikan mulai normal kembali.
Tak terkecuali terjadi di Kota Solo.
Para mahasiswa dan pekerja mulai berduyun-duyun datang kembali ke Solo.
Tak pelak, mereka sampai kesulitan mencari kos baru, setelah kos lama mereka tinggalkan.
Salah satunya Reza Dwi (26), seorang pekerja kantoran.
Sejak 8 Januari 2023 lalu ia telah bertanya lebih dari 6 kos.
"Cari kos mulai tanggal 8 januari, sudah tanya teman dan cari di mamikos. Tapi kebanyakan penuh. Aku budget-nya 500-an. Cari yang kos putri kamar mandi dalam," jelasnya.
Ia mencari di daerah sekitar tempat ia bekerja di Kecamatan Colomadu, Karanganyar dan Sumber, Banjarsari.
Hal ini juga diungkapkan oleh seorang pengusaha kos di Gondangrejo, Karanganyar, Indra (50).
Sebanyak 18 kos miliknya telah penuh sejak akhir Desember lalu.
"Penuh. Seminggu sudah 4-5 yang nanyain," tuturnya.
Ia mematok biaya sewa Rp 6 Juta per tahun dengan fasilitas kamar mandi dalam dan springbed.
"Pas pandemi sempat kosong. Sekarang sudah penuh," tuturnya.
Baca juga: UMK Solo 2023 Mulai Berlaku Januari Ini, Dinas Sebut Belum Ada Pengusaha Ajukan Keberatan
Begitu juga dengan kos milik Rully Prasetyo Suryonugroho.
Sebanyak 11 kamar kos di Jebres, Solo ini telah terisi penuh.
"Satu gang 5 kos setahuku penuh semua. Mulai banyak keisi mungkin Oktober-November 2022," jelasnya.
Ia mematok sewa Rp 1,2 juta per 3 bulan.
Fasilitas yang ditawarkan tiga kamar mandi luar, dapur bersama, kulkas bersama, garasi dalam, parkiran mobil, dan wifi.
Di dalam kamar telah tersedia kasur, meja, dan lemari.
(*)
Pasar Kabangan Dinilai Kurang Strategis Digabung dengan Pasar Jongke Solo Jateng, Ini Kata Pedagang |
![]() |
---|
Gibran Sebut Aduan Mahasiswa UNS ke Dirinya Salah Alamat, Minta Langsung ke Menteri Pendidikan |
![]() |
---|
Gibran Geber Pengerjaan 2 Lapangan Blulukan dan Stadion UNS Jelang Piala Dunia U-17 |
![]() |
---|
Tempuh Rute 113,7 Km, Ganjar Harap Peserta Tour de De Borobudur Nikmati Wisata yang Tersaji |
![]() |
---|
Gibran Lagi di Korea Selatan, tapi Diminta Presentasikan Pengentasan Kemiskinan dalam Rakernas PDIP |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.