Berita Wonogiri Terbaru
Ada 'Dukun' Gamelan di Wonogiri, Tugasnya Perbaiki Suara Gamelan Agar Tidak Fals Lagi
Adapun penyebab suara gamelan menjadi blero adalah beberapa pencon seperti kenong, bonang, kempul dan gong penyok. Atau juga karena lapuk.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
"Kalau nada terlalu tinggi, mukulnya dari dalam. Kalau terlalu rendah, mukulnya dari luar. Kalau kebablasan, menempanya juga harus dibalik," jelasnya.
Biaya untuk menyelaraskan satu set gamelan bisa mencapai jutaan rupiah.
Baca juga: Tahun Ini, Tak Ada Mudik Gratis dari Pemkab Wonogiri, Instansi Lain Masih Ada Kemungkinan
Pengguna jasa nglaras gamelan tidak hanya dari wilayah Wonogiri, namun juga datang dari daerah luar Wonogiri.
Untuk mendapatkan nada yang tepat, dia membandingkan suaranya dengan gamelan babon, yakni gamelan yang dapat dijadikan patokan.
"Gamelan babon itu, seperti yang ada di Mangkunegaran, RRI Surakarta, RRI Semarang, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) dan sebagainya. Kalau saya babonnya pakai yang Semarang," kata Sigit.
Selain itu, nglaras gamelan tidak bisa menggunakan tutorial video, harus menggunakan kepekaan rasa dan ketajaman indera pendengaran.
Dia tak sendiri, dalam menyelaraskan gamelan itu ia dibantu beberapa orang.
Waktu penyelarasan itu tergantung tingkat kesulitan gamelan, yang paling sulit adalah gong.
"Gong itu paling sulit, kadang pakai lempung, ditempelkan kemudian dipukul. Mencari titik-titiknya itu sulit," jelasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Sigit-Mursito-Endrat-42-dalang-asal-Wonogiri-saat-sedang-nglaras-gamelan-di-kediamannya.jpg)