Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Bentrok Suporter Persis Solo

TI & DI, 2 Tersangka Bentrok Suporter Persis Solo di Karanganyar : Aniaya Sejoli & Tikam 12 Kali

TI (26) dan DI (25) diamankan Polres Karanganyar setelah dinyatakan terlibat dalam bentrok antar suporter Persis Solo di kawasan depan UNSA,

|
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Mardon Widiyanto
TI dan DI, tersangka dalam kasus bentrok antar suporter Persis Solo di kawasan depan UNSA Karanganyar. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - TI (26) dan DI (25) diamankan Polres Karanganyar setelah dinyatakan terlibat dalam bentrok antar suporter Persis Solo di kawasan depan UNSA, Jalan Solo-Tawangmangu, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Mereka melakukan tindak penganiayaan terhadap dua orang suporter Persis Solo yang berasal dari kelompok berbeda.

"TI diamankan di Jogja, sedangkan tersangka DI diamankan Tasikmadu,"  ucap Kapolres Karanganyar, AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy.

Korban penganiayaan TI dan DI diketahui sepasang kekasih bernama Pandu WD (29), dan Yasinta P (27).

Jerrold menjelaskan peristiwa penganiayaan terhadap dua korban bermula saat dua korban melihat ada seseorang dalam posisi duduk di sebelah timur tangga penyebrangan dengan kondisi memegang kepala. 

Seseorang tersebut mengalami luka di bagian kepala. 

Baca juga: BREAKING NEWS : 3 Orang Yang Terlibat Bentrok Antar Suporter Persis di Karanganyar Ditangkap

Korban kemudian inisiatif untuk menolong orang tersebut.

Sepeda motor yang dikendarai kemudian diberhentikan di pinggir jalan. 

Saat hendak menolong, korban kemudian dihampiri TI dan DI.

TI kemudian menantang korban alias Pandu untuk berkelahi satu lawan satu.

Korban sempat menolak tantangan pelaku karena niatnya ingin menolong.

TI lalu menarik korban dari sepeda motor.

TI dan korban kemudian berkelahi. 

Baca juga: Gibran Minta Pelaku Bentrok Suporter Persis Solo Masuk Blacklist, Tak Boleh Nonton Pertandingan

Korban ditendang sebanyak 1 kaki menggunakan kaki kanan dan mengenai dada.

Itu membuat korban terjatuh di trotoar.

TI lalu memukuli korban sebanyak 2 kali mengenai bagian dada dan kepala korban. 

Setelah itu, TI mengeluarkan pisau lipat dari sakunya. 

TI kemudian menikam korban sebanyak lebih kurang 12 kali.

Korban kemudian juga sempat mendapat tendangan dari DI.

DI menendang korban sebanyak 3 kali menggunakan kaki sebelah kanan.

Itu mengenai bagian pundak kiri, dada, dan dagu korban.

"Akibat dari kejadian ini, korban Pandu mengalami 12 kali luka tusukan yang terdiri dari 4 titik perut, 3 titik di dada, 1 titik lengan kanan dan 4 titik lengan kiri, memar pipi, serta luka bibir kena benda tumpul, " kata Jerrold.

Dua Pelaku juga melakukan tindak kekerasan terhadap korban lain, Yasinta. 

Korban pun mengalami sejumlah luka-luka akibat tindakan tersebut.

"Sedangkan, luka yang dialami korban Yasinta yaitu pembekakan belakang kepala sehingga merasa pusing dan pandangan kabur," terang Jerrold.

Setelah melakukan tindak penganiayaan, dua pelaku berboncengan mengendarai sepeda motor untuk berhenti sebentar di depan sebuah bank kawasan palur.

Itu dilakukan untuk bertemu teman-teman.

TI kemudian membasuh tangan karena terdapat bercak darah di tangan korban

Setelah itu Pelaku DI dan TI melanjutkan perjalanan pulang.

(*)

 

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved