Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sragen

Emak-emak di Sragen Laporkan Pak Kades: Sudah Terlanjur Ceraikan Suami, Eh Pak Kades Batal Nikahi

Kisah ini bermula kala A yang sudah memiliki suami tertarik berhubungan asmara dengan Pak Kades pada 2018.

|
TribunSolo.com/Aji Bramastra
ILUSTRASI buku nikah. Seorang ibu di Sragen melaporkan Kepala Desa ke Inspektorat, karena merasa dibohongi terkait janji untuk menikah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Seorang emak-emak warga Sragen, A (42), mengadukan seorang kepala desa di Kecamatan Kedawung ke Inspektorat Sragen, Selasa (25/7/2023).

A mengadukan Pak Kades di desanya itu karena merasa di-PHP alias dibohongi terkait janji untuk menikah.

Tak tanggung-tanggung, A sudah bela-belain 2 kali bercerai demi menagih cinta palsu Pak Kades.

Ditemui TribunSolo.com di Inspektorat Sragen, Selasa (25/7/2023), A menceritakan ia dan Pak Kades berselingkuh pada tahun 2018.

Baik A maupun Pak Kades, ketika itu sama-sama sudah berumahtangga.

Merasa dijanjikan untuk dinikahi, A mantap untuk untuk menceraikan suaminya.

Namun, saat A tengah dalam proses menceraikan suaminya, tiba-tiba Pak Kades tidak bisa dihubungi dan menghilang.

Pak Kades saat itu rupanya sibuk mempersiapkan diri maju lagi sebagai kepala desa.

Cinta bertepuk sebelah tangan, A kemudian menikah dengan pria lain, yang hingga kini masih menjadi suaminya.

Baca juga: BREAKING NEWS : Warga Sragen Adukan Kades ke Inspektorat karena Urung Dinikahi

Lama tak bersua, Pak Kades kembali muncul menghubungi A.

Benih hubungan asmara terlarang itu kembali mekar.

Tapi kali ini, hubungan ini diketahui keluarga A.

Pihak keluarga melarang Pak Kades untuk menjalin hubungan dengan A.

Menurut A, Pak Kades saat itu tetap ngotot. 

Bahkan, di depan keluarga A, Pak Kades menjanjikan ke jenjang pernikahan.

Karena merasa Pak Kades sudah berkomitmen, A lagi-lagi menceraikan suaminya saat ini.

Eh, lagi-lagi, menurut A, Pak Kades menghilang.

Pada 10 Juli 2023, A meminta mediasi di Kecamatan untuk meminta kejelasan dari Pak Kades.

Namun, mediasi tersebut gagal, dan A yang hilang kesabaran membawa masalah ini ke inspektorat.

"Intinya saya selaku korban yang kedua kalinya, misalnya diajak kekeluargaan lagi sudah tidak bisa, karena sampai detik ini tidak ada respon sama sekali, maunya tetap dinikahi," kata A.

TribunSolo.com sudah berusaha meminta konfirmasi ke Kades yang dilaporkan oleh A, namun hingga kini belum bisa dihubungi.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved