Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo

PLTSa Putri Cempo Solo Bisa Tampung 545 Ton Sampah Per Hari, Hasilkan Listrik 5 Megawatt

Volume ini melebihi produksi sampah di Kota Solo tiap harinya. Sehingga dipastikan ke depan akan menampung sampah dari luar Kota Solo

TribunSolo.com/Adi Surya
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan PLTSa Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo bisa menampung jumlah sampah yang cukup besar ketika beroperasi.

Kepala DLH Solo Kristiana Hariyanti mengungkapkan volume sampah yang bisa dikelola mencapai 545 ton per hari.

Sedangkan listrik yang dihasilkan sebanyak 5 Megawatt.

"Volume untuk kebutuhan PLTSa 545 ton per hari nantinya. 5 Megawatt," kata Kristiana, kepada TribunSolo.com, Selasa (25/7/2023).

Volume ini melebihi produksi sampah di Kota Solo tiap harinya.

"Kalau penghitungan setiap harinya meningkat saat ada event. Rata-rata 300 ton per hari. Untuk pemenuhan PLTSa sampah baru dan sampah lama," terangnya.

Sedangkan untuk pendistribusian tetap melalui PLN.

"Listrik dijual ke PLN. Untuk pendistribusian lewat PLN. Jaringan ikut Palur," ungkapnya.

Ia pun berharap di bulan Oktober 2023 mendatang bisa beroperasi sesuai rencana sehingga permasalahan sampah bisa teratasi.

Baca juga: Moeldoko Sebut PLTSa Putri Cempo Solo Belum Bisa Beroperasi, Ini Sejumlah Kendala yang Menghadang

Baca juga: Pemkot Solo Dikritik Jokowi soal Pengelolaan Sampah, Gibran : PLTSA Putri Cempo Bakal Jadi Andalan

Jika PLTSa tidak segera beroperasi, tempat pembuangan akhir tidak akan mampu menampung produksi sampah yang bertambah tiap harinya.

"Kalau sesuai dengan perjanjian operasional bulan Oktober 2023. Mohon doanya diberi kelancaran. Karena itu menjadi solusi terbaik untuk penyelesaian masalah sampah yang sudah overload di TPA Putri Cempo. Semua bisa terolah," jelasnya.

Meskipun pembangkit listrik ini bisa mengelola semua jenis sampah, pihaknya tetap menggiatkan pemilahan di hulu.

Untuk sampah yang masih memiliki nilai jual tetap dikelola agar bisa didaur ulang.

"Sebetulnya kalau boleh dikatakan semua jenis sampah bisa masuk. Pengelolaan sampah di hulu tetap kami lakukan dengan membina bank sampah di wilayah. Pemilahan sampah di hulu tetap kami anjurkan," terangnya.

Meskipun ke depan akan menampung wilayah di luar Solo, pihaknya akan fokus menyelesaikan permasalahan di Kota Solo terlebih dahulu.

Nantinya beberapa wilayah seperti Colomadu dan Solo Baru merupakan wilayah yang kemungkinan akan digandeng.

"Ini kan baru wacana. Kita selesaikan permasalahan sampah di Kota Solo dulu. Ketika sampah yang lama habis baru kita pikirkan kerjasama dengan kabupaten sekitar terutama yang berdampingan. Solo Baru, Colomadu. Yang penting untuk menyelesaikan di Kota Solo dulu," jelasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved