Pemilu 2024
Sosok Budi Arie yang Keceplosan Bilang Kalah di Pilpres Semua Masuk Penjara, Hartanya Capai Rp101 M
Diketahui, Budi Arie mengucapkan hal itu di hadapan sejumlah orang, termasuk pengamat politik Ray Rangkuti.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM - Ketua Umum (Ketum) Projo Budi Arie Setiadi keceplosan jika kalah di Pilpres 2024 maka semua bisa masuk penjara.
Video Budie Arie Setiadi itu pun viral di media sosial dan memantik komentar beragam warganet.
Diketahui, Budi Arie mengucapkan hal itu di hadapan sejumlah orang, termasuk pengamat politik Ray Rangkuti.
Video itu viral di TikTok dan Twitter.
Baca juga: Nasdem dan PKS Restui Jika Anies Pilih Susi Pudjiastuti jadi Cawapres, Bagaimana Demokrat dan AHY?
Terlihat dalam rekaman tersebut, pria yang kini juga menjabat Menkominfo tersebut mengatakan semua partai politik berhati-hati di Pilpres 2024 mendatang.
"2024 ini saya haqqul yaqin semua kekuatan termasuk partai politik sangat berhitung dan berhati-hati," ungkap Budi Arie.
"Karena kalau kalah meleset bos, masuk penjara."
Terlihat sejumlah narasumber terkejut dengan ucapan Budi Arie.
Baca juga: Sempat Viral Anak Kuli Bangunan Pakai Sepatu Rusak saat Tes Bintara Polri, Kini Dinyatakan Lolos
Hingga satu di antaranya meminta Budi Arie menjelaskan maksud pernyataannya.
"Loh masalahnya banyak kan semuanya," kata Budi Arie.
"Bukan, maksud saya kita tahulah, enggak usah jadi kura-kura dalam perahu."
"Semua partai politik kan bermasalah" imbuhnya.
Ketum Projo itu menegaskan bahwa semua partai politi berhitung secara matang untuk Pilpres 2024.
"Jadi 2024 ini partai politik ini semua pasti berhitung matang, enggak boleh kalah."
"Kalau kalah masuk penjara, itu fakta politik," tandasnya.
Meskipun videonya viral, hingga kini belum ada konfirmasi lebih lanjut dari Budi Arie.
Baca juga: Viral Ratusan Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya Disebut Mengundurkan Diri, Terungkap Alasannya
Kaya Raya
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, dikenal sebagai aktivis tulen.
Namun, jangan anggap remeh. Budi yang dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menkominfo adalah orang kaya.
Budi Arie yang lahir di Jakarta pada 20 April 1969, sejak masih mahasiswa sudah menjadi aktivis.
Budi dikenal pandai mencari peluang, seperti saat Pilpres 2014, dia sudah 'membaca' situasi bahwa Joko Widodo (Jokowi) adalah kandidat kuat pengganti SBY.
Maka sejak saat itu dia loyal mendukung Jokowi hingga berkuasa dua periode.
Sebagai relawan yang pro Jokowi, Budi Arie pun menuai untung besar.
Selain jabatan, dia juga memiliki harta melimpah. Melansir dari LHKPN, Budi yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) memiliki total harta kekayaan sebanyak Rp 101 miliar.
Harta itu dilaporkan Budi Arie ke KPK per 28 Februari 2023 untuk periode 2022.
Budi Arie yang hingga kini belum memutuskan dukungan politik pada Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto itu, memiliki aset tanah dan bangunan dengan jumlah fantastis, Rp 62.746.800.000.
Tanah dan bangunan milik Budi Arie berjumlah 11 aset yang tersebar di daerah Tangerang, Tangerang Selatan (Tangsel), Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Bekasi, hingga Padang.
Dalam LHKPN Budi melaporkan memiliki tiga unit mobil, dengan total Rp 869.000.000, rinciannya Honda HRV 2019, Honda HRV 2016, dan VW Sciroco 2014.
Yang bikin hebat, Budi tidak memiliki utang, berbeda dengan pengusaha.
Sedangkan harta bergerak yang dimiliki Budi Arie mencapai Rp 2,3 miliar, surat berharga Rp 24,5 miliar, kemudian kas dan setara kas sebanyak Rp 10,603 miliar.
Aktivis Sejati
Di kalangan aktivis, nama Budi Arie Setiadi, sangat dikenal.
Dia adalah garda terdepan yang membela mati-matian Jokowi saat berkompetisi di Pilpres 2014 dan 2019.
Semua yang berani menjatuhkan Jokowi, langsung 'ditabraknya'.
Ia pernah dipercaya memimpin gerakan mahasiswa sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM ) FISIP UI 1994 dan juga Presidium Senat Mahasiswa UI (1994/1995).
Dia juga aktif mendirikan dan membina Forum Studi Mahasiswa (FSM ) UI dan juga Kelompok Pembela Mahasiswa (KPM) UI.
Ia juga aktif di bidang pers kemahasiswaan dengan menjadi Redpel Majalah Suara Mahasiswa UI pada tahun 1993-1994.
Sempat juga menjadi Ketua ILUNI UI Jakarta (1998-2001) dan mendirikan Gerakan Sarjana Jakarta (GSJ) dan Masyarakat Profesional Indonesia (MPI).
(*)
Gibran Menyambut Bergabungnya PKS di Koalisi Pemerintah, Soal PDIP Tunggu Keputusan Prabowo |
![]() |
---|
Gagal Dilantik, Caleg dari PDIP Datangi Kantor KPU Lagi dan Minta Tunda Pelantikan DPRD Karanganyar |
![]() |
---|
Anggota DPRD Boyolali Periode 2024-2029 Dilantik, Susetya Kusuma Jadi Ketua Sementara |
![]() |
---|
Jalan Tarso dan Teguh di Pilkada Wonogiri Jateng Makin Terbuka, Golkar Beri Rekomendasi |
![]() |
---|
Blak-blakan Teguh Prakosa Bicara Soal Koalisi di Solo Jateng: Sebut Masih Cair, Bisa Berubah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.