Berita Boyolali
Penyebab Lonjakan Harga Beras di Boyolali, Perpadi Jateng : Tak Ada Panenan di Sentra Padi
Kenaikan harga beras sangat dirasakan emak-emak. Di pasaran, harga beras sudah lebih dari Rp 13 ribu per kilogram (kg).
Penulis: Tri Widodo | Editor: Adi Surya Samodra
"Semua kering, bero (dibiarkan mengering)," tambahnya.
Tak adanya suplai air, dampak kemarau menjadikan petani tak bisa menanam.
Banyak pengusaha beras yang berebut untuk mendapatkan GKP petani.
Baca juga: Melihat Kampung Matoa di Pengging Boyolali, Setahun Dua Kali Panen Per Pohon Bisa Cuan Rp 5 Juta
Karena memang saat ini stok beras di tingkat produsen sudah menipis.
"Dengan luas panennya yang menyempit, harga kompetitif. agar selepan (penggilingan beras) bisa jalan," jelas dia.
"Sehingga permintaan tinggi, barang (gabah) berkurang," imbuhnya.
Tak hanya di tingkat produsen yang stok berasnya menipis.
Ditingkatan distributor bahkan di tingkat konsumen pun stok berasnya juga sudah menipis.
"Sehingga kenaikan harga beras ini terjadi yang sangat signifikan," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Komoditi-beras-di-Pasar-Bunder-Sragen-yang-mengalami-kenaikan-harga-jelang-puasa.jpg)