Viral
Viral 'Tornado Api' Muncul di Kebakaran Kawasan Bromo, Berisiko Bikin Penyebaran Api Makin Luas
Sebuah video yang memperlihatkan tornado api muncul di tengah kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo, viral di media sosial.
Penulis: Tribun Network | Editor: Naufal Hanif Putra Aji
TRIBUNSOLO.COM - Sebuah video yang memperlihatkan tornado api muncul di tengah kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo, viral di media sosial.
Diketahui kejadian tersebut terjadi pada Minggu (10/9/2023),
Baca juga: Api Flare Prewedding yang Membakar Hutan Gunung Bromo Meluas hingga Menutup Jalur
Dikutip dari Kompas.com, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Juanda Teguh Tri Susanto mengungkapkan, fenomena tornado api yang muncul merupakan fenomena dust devil. Yakni pusaran yang kecil namun kuat.
Fenomena itu terjadi ketika udara kering dan sangat panas.
Ketidakstabilan terjadi di permukaan tanah dan naik dengan cepat melalui udara yang lebih dingin di atasnya.
Udara kering itu membentuk aliran berupa pusaran yang membawa debu, serpihan, atau puing-puing di sekitarnya, termasuk api seperti yang terjadi di Bromo.
"Namun objeknya dominan api, hal tersebut terjadi karena ada pemanasan udara oleh api," ungkapnya.
Dust devil, kata dia, dapat terbentuk saat terjadi pemanasan matahari yang cukup intensif.
Tutupan awan sangat sedikit, banyak debu dan pasir dan kelembaban permukaan tanah yang rendah
“Fenomena ini umum terjadi di tanah lapang yang minim hambatan. Karena udara panas menimbulkan pusat tekanan rendah dan menyebabkan terbentuknya pusaran udara dari udara di sekelilingnya yang lebih dingin,” ucapnya.
Baca juga: Nasib Calon Pengantin yang Lakukan Prewedding Pakai Flare di Bromo, Kini Dikenai Wajib Lapor
Fenomena ini berbeda dengan puting beliung. Terjadi dalam waktu singkat dan tak bersifat destruktif.
“Bukan dari awan cumulonimbus, namun dari pemanasan lokal, kecepatan angin tidak terlalu tinggi. Dampak yang disebabkan tidak menghancurkan, waktunya enggak lama, kurang dari satu menit,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan mengemukakan, tornado api itu muncul beberapa kali di lokasi yang sama.
"Karena ada kobaran api, tornado itu juga menggulung api," kata dia melalui sambungan telepon, Senin (11/9/2023).
Menurutnya kejadian tersebut lumrah terjadi di kawasan sabana ketika musim kering dan panas.
Tornado api itu membuat risiko penyebaran api jauh lebih besar.
"Sampai saat ini, titik api menyebar ke wilayah bukit Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang dan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan," kata dia.
(Kompas.com)
Kisah Haru dan Inspiratif Tukang Sepuh Emas di Solo Kuliahkan 2 Anaknya di ITB, Didatangi Rektor |
![]() |
---|
Sosok Sudewo Bupati Pati Viral Naikkan PBB 250 Persen: Lulusan UNS, Pernah Nyalon Bupati Karanganyar |
![]() |
---|
Viral di Solo, Beredar Unggahan Tanah Nganggur 2 Tahun Bakal Disita Negara, Cek Faktanya |
![]() |
---|
Setelah Terima SK PPPK, Puluhan Guru di Sejumlah Daerah Izin Gugat Cerai Suami, Termasuk di Wonogiri |
![]() |
---|
Viral Oknum Opang Maksa Hentikan Taksi Online, Padahal Ada Penumpang Ibu Gendong Bayi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.