Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kebakaran di Pasar Kliwon Solo

Kemalangan Soud Warga Solo, Modal Usaha Nyaris Rp 20 Juta Ludes, Akibat Kebakaran di Pasar Kliwon

Kemalangan menimpa Soud Al Jufri akibat kebakaran di Pasar Kliwon Solo yang terjadi Selasa (3/10/2023). 

|
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Istimewa
KOLASE FOTO : Sosok Soud Al Jufri, warga terdampak kebakaran gudang rongsok di Pasar Kliwon Solo (kiri) Kondisi uang milik seorang wanita, Suud Al Jufri yang ludes dilalap api (kanan). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kemalangan menimpa Soud Al Jufri akibat kebakaran di Pasar Kliwon Solo yang terjadi Selasa (3/10/2023). 

Kebakaran itu, untuk diketahui, bermula dari area gudang barang bekas atau rongsok yang ada di Kampung Joyosudiran. 

Api yang berasal dari area tersebut kemudian merembet ke rumah warga. 

Tak ayal sejumlah warga pun terdampak, termasuk Soud. 

Perempuan tersebut harus merelakan uang nyaris Rp 20 Juta dan sertifikat rumah ludes terbakar. 

Baca juga: FIRASAT Susmadyo Seminggu Sebelum Kebakaran di Pasar Kliwon Solo : Ada Bayangan Gudang Terlihat Api

Keponakan Soud, Ahmad Faqih mengatakan uang itu rencananya dipakai untuk modal usaha.

"Sekitar di bawah Rp 20 juta. Usaha material kain," jelas dia saat ditemui TribunSolo.com, Rabu (4/10/2023).

"(Uang disimpan) Di dalam almari. Almarinya kebakar ludes," tambahnya. 

Ia dan keluarganya hanya bisa menyelamatkan diri di tengah kobaran api yang menyebar dengan cepat.

"Kita menyelamatkan diri. Harta benda kita pasrahkan saja. Yang penting nyawa," ungkapnya.

Uang itu sebenarnya untuk modal usaha kain milik tantenya tersebut.

"Posisi uang itu juga untuk kerjaan. Modal kerja," terangnya.

Baca juga: Imbauan PJ Gubernur Jateng Nana Sudjana Pasca Kebakaran Pasar Kliwon Solo : Masyarakat Berhati-hati

Mereka mencari harta benda yang diselamatkan saat api berhasil dipadamkan.

"Setelah padam tadi malam. Sama pihak keluarga cari semaksimal mungkin sama keluarga," jelas dia.

"Yang bisa diambil ya diambil. Yang nggak bisa ya sudah tinggalkan aja," tambahnya.

Uang tersebut hangus terbakar hampir tidak bersisa.

Ahmad Faqih bercerita tantenya tersebut sempat kecewa melihat uangnya hangus terbakar.

"Ndak ada (yang bisa ditukar). Ya udah pasti kecewa. Sedih hati. Cuma harus tabah harus nerima," ungkapnya.

Usaha material kain memang telah menjadi usaha turun temurun di keluarganya.

Untungnya beberapa sisa material kain masih bisa diselamatkan.

"Biasa. Putaran modal usaha kain. Jadi kita material kain siap jual. Tekstil," ucap dia.

"Untuk barang jadi di sini. Alhamdulillah berhasil diselamatkan," imbuhnya.

Baca juga: Pencurian Motor saat Kebakaran di Pasar Kliwon, Polisi Terima 2 Laporan, Termasuk Xeon Milik Ronald

Ia pun berencana menghubungi Bank Indonesia (BI) untuk melaporkan hal ini.

"Untuk saat ini belum mungkin besok (menghubungi BI). Rencana udah ada," jelasnya.

Rumahnya yang kini ludes dilalap api merupakan warisan kakeknya. Ia tinggal bersama keluarga.

"Rumah keluarga besar tinggalan mbah. Saya sama budhe, bulek, anak istri orang tua saya. Ada 9 orang," terangnya.

Ia pun berharap pemerintah segera menemukan solusi agar mereka bisa kembali punya tempat tinggal.

Saat ini ia dan keluarganya tinggal di rumah sanak saudara. 

"Segera lah. Yang penting kita butuh tempat tinggal. Ibu Soud di tempat sanak keluarga Kampangan, Semanggi," tuturnya.

Sedangkan mengenai sertifikat rumah yang hangus terbakar ia mendengar kabar bisa diurus untuk dikembalikan.

"Uang tunai sama sertifikat rumah. Bisa tadi bicara dengan Pak Wakil Wali dibantu nanti," jelasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved