Pemilu 2024

Ganjar Pertanyakan Kredibilitas KPU Soal Pengiriman Surat Suara Salahi Jadwal

Ia pun menyindir KPU yang berkali-kali minta maaf atas keteledoran semacam ini.

Penulis: Tribun Network | Editor: Ahmad Syarifudin
Tribunnews
Ganjar Pranowo menyapa para petani di Desa Selepan Wilalung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024). 

TRIBUNSOLO.COM - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo mempertanyakan kredibilitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang melakukan kesalahan mengirimkan surat suara menyalahi jadwal.

Ia pun menyindir KPU yang berkali-kali minta maaf atas keteledoran semacam ini. Beberapa tindakan itu kemudian menjadi temuan dugaan pelanggaran oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

"KPU penyelenggara (pemilu), kok berkali-kali minta maaf terus ya?" kata Ganjar kepada wartawan di Blora, Jawa Tengah, Kamis (4/1/2024).

"Kalau minta maaf terus nanti kredibilitasnya akan dipertanyakan lho," ujar Mantan Gubernur Jawa Tengah ini lagi.

Baca juga: Komisi I DPR RI Skakmat Cak Imin soal Pembelian Alutsista : Dulu Ikut Beri Persetujuan

Politikus PDI-P itu lantas menyinggung soal kejadian teranyar, yaitu pengiriman surat suara secara prematur di luar jadwal kepada para pemilih di Taiwan, dan penyelenggaraan simulasi pencoblosan dengan hanya dua pasang calon presiden di atas kertas surat suara.

Ganjar menyinggung bahwa tindakan KPU seharusnya diawasi dengan lebih baik.

"Sebenarnya semua yang keluar dari KPU kita minta ada yang melakukan supervisi agar tidak terjadi kesalahan dan (agar) mereka akan memperbaiki itu," kata Ganjar.

"Maka profesionalismenya meski ditunjukkan lagi," ujarnya melanjutkan.

Baca juga: Viral Anggota Satpol PP Garut Dukung Gibran, TKN Sebut Bukti Paslon No 02 Dicintai Masyarakat

Dalam kasus Taiwan, KPU telah menegaskan bahwa 62.000 lebih surat suara yang dikirim di luar ketentuan akan dianggap tidak sah/rusak.

Mereka mengakui bahwa langkah itu merupakan kebijakan sepihak Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Taiwan untuk mengantisipasi hambatan akibat libur Tahun Baru Imlek dan menyesuaikan kondisi demografis WNI di Taiwan yang mayoritas pekerja migran.

Baca juga: Sosok Marzuki Mustamar, Kiai yang Dicopot PBNU dari Jabatan Ketua PWNU Jatim

Sementara itu, dalam kasus surat suara, KPU mengaku khilaf dan menyebutkan bahwa surat suara simulasi itu adalah dummy dan terjadi akibat human error yang tidak disengaja.

KPU mengklaim telah memerintahkan agar simulasi dengan dummy surat suara itu dihentikan sejak 29 Desember 2023.

Baca juga: Megawati Minta Pendukung Ganjar-Mahfud MD Tak Percaya Survei, Fokus ke Akar Rumput

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved