Pemilu 2024
JK Singgung Wacana Jokowi Tiga Periode: Terlena Kekuasaan
"Jadi ya memang kalau orang sudah pegang kekuasaan, kadang-kadang terlena menikmati kekuasaan. Lupa," kata JK.
Penulis: Tribun Network | Editor: Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM - Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla atau JK menyinggung bagaimana kekuasaan bisa mengubah seserorang. Ia pun mencontohkan mengenai bergulirnya wacana tiga periode Presiden Jokowi.
Ia menilai Presiden Joko Widodo saat ini telah berubah, tidak seperti yang dikenalnya pada saat memimpin negara di periode pertamanya, 2014 lalu.
Perubahan pada Jokowi yang dimaksud JK adalah soal keinginan berkuasa. JK mencontohkan bagaimana isu liar yang beredar bahwa Jokowi ingin masa jabatannya sebagai presiden ditambah menjadi tiga periode.
"Saya kira begitu, berubah. Contohnya tiba-tiba ingin tiga kali, ya kan. Padahal konstitusi hanya 2 kali, seperti itu. Jadi, perubahan-perubahan itu, terjadi," kata JK dalam acara Gaspol! Kompas.com, dikutip Rabu (24/1/2024).
Baca juga: Disebut Sudah Tidak Prospek, Perusahaan Tambang Nikel Tetap Optimis
"Jadi ya memang kalau orang sudah pegang kekuasaan, kadang-kadang terlena menikmati kekuasaan. Lupa," sambungnya.
Terkini, putra sulung Presiden Jokowi yaitu Gibran Rakabuming Raka, maju menjadi calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.
Gibran yang baru berusia 36 tahun itu bisa mendaftar sebagai cawapres berkat perubahan aturan terkait batas usia oleh Mahkamah Konstitusi yang saat itu dipimpin Anwar Usman, adik ipar Jokowi.
Baca juga: Disinggung Gibran, Pajak Karbon Hanya Rp 30 per kg Hanya Gimik?
JK berpandangan, bisa saja Jokowi berniat ingin tetap berkuasa melalui majunya Gibran. Pandangan-pandangan seperti itu diyakini JK pasti tetap muncul karena terlena akan kekuasaan.
"Ya faktor lain ingin tetap berkuasa. Ya mungkin ada rencana kalau mendukung 02 dia masih bisa mungkin memberikan arahan. Saya tidak tahu, tapi seperti itu kira-kira," tutur politikus senior Partai Golkar ini.
Lebih jauh, JK mengatakan bahwa dirinya mengenal Jokowi pribadi yang sederhana. Kesederhanaan itu dikenal JK saat Jokowi sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Baca juga: Sindir Program Paslon Nomor Urut 2, Ganjar : Seperti Pepatah, Tidak Ada Makan Siang Gratis
Ia mengakui bahwa dirinya yang mengusulkan pada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri agar Jokowi menjadi calon gubernur DKI.
Kemudian, ketika bersanding dengan Jokowi sebagai presiden dan wakil presiden, JK mengaku menyelesaikan persoalan bangsa negara dengan baik. Komunikasi antar keduanya pun terus berjalan.
"Setelah 5 tahun (periode jabatan selesai), saya tidak tahu karena saya tidak di pemerintahan lagi," pungkas JK.
Baca juga: Wacana Hak Angket & Desakan Gibran Mundur, FX Rudy : Kalau Mengusulkan Pasti Ada Pertimbangan
| Gibran Menyambut Bergabungnya PKS di Koalisi Pemerintah, Soal PDIP Tunggu Keputusan Prabowo |
|
|---|
| Gagal Dilantik, Caleg dari PDIP Datangi Kantor KPU Lagi dan Minta Tunda Pelantikan DPRD Karanganyar |
|
|---|
| Anggota DPRD Boyolali Periode 2024-2029 Dilantik, Susetya Kusuma Jadi Ketua Sementara |
|
|---|
| Jalan Tarso dan Teguh di Pilkada Wonogiri Jateng Makin Terbuka, Golkar Beri Rekomendasi |
|
|---|
| Blak-blakan Teguh Prakosa Bicara Soal Koalisi di Solo Jateng: Sebut Masih Cair, Bisa Berubah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-dan-wakil-presiden-jusuf-kalla-candid.jpg)