Penangkapan Terduga Teroris di Solo Raya

Dua Terduga Teroris di Boyolali Dikenal Terbuka, Sering Ikut Arisan RT hingga Gotong Royong

Terduga teroris di boyolali dikenal terbuka di masyarakat. Mereka aktif mengikuti kegiatan masyarakat seperti rapat rt hingga gotong royong.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com / Mardon Widiyanto
Ilustrasi penangkapan teroris. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - TG dan NY, dua dari tiga warga Boyolali dibekuk Tim Densus 88 Anti Teror saat dalam operasi di Solo Raya, Kamis (25/1/2024).

Tak seperti terduga teroris lain yang tertangkap di Sukoharjo, kedua terduga teroris asal Boyolali ini dikenal terbuka.

Hal itu diungkapkan, Kepala Dusun (Kadus) 3 Desa Sambi, Kurnia Widiyatmoko.

Salah satu warganya yang diduga terlibat jaringan teroris ini dikenal sebagai pribadi yang terbuka.

TG yang dulunya waktu muda jarang bercanda dengan para tetangga, sejak menikah berubah.

Dia menjadi lebih terbuka dan bisa diajak bercanda dengan warga.

Baca juga: Selain di Desa Plumbon, Densus 88 Juga Amankan Warga Palur Sukoharjo 

"Kalau dulu itu kerjanya di percetakan. Tapi kalau sekarang kerja serabutan," katanya.

Dia menyebut, dalam keseharian TG tidak tertutup.

Berbagai kegiatan masyarakat juga diikuti.

"Sosial kemasyarakatannya baik. Kumpulan RT berangkat, gotong royong berangkat," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa (Kades) Blagung, Kecamatan Simo Sukirin.

NY dikenal sebagai warga yang terbuka.

"Kalau di rumah baik-baik saja. Biasa-biasa saja," katanya.

Dia pun tak melihat keanehan pada diri NY dan tak menaruh kecurigaan terhadap salah satu warganya ini. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved