Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Kotak Suara Keliling, Cara KPU Sukoharjo Sasar Pemilih yang Rawat Inap, Ider Setelah Pukul 12.00 WIB

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo akan melakukan jemput bola dengan sistem kotak suara keliling ke Rumah Sakit saat hari H coblosan Pemilu 2024

Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Adi Surya Samodra
Tribunsolo.com/Anang Ma'ruf
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo, Syakbani Eko Raharjo, Minggu (21/1/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo akan melakukan jemput bola dengan sistem kotak suara keliling ke Rumah Sakit saat hari H coblosan Pemilu 2024, Rabu (14/2/2024) mendatang. 

Namun, kotak keliling itu hanya untuk pasien rumah sakit yang sudah melakukan pindah pemilih.

Ketua KPU Sukoharjo, Syakbani Eko Raharjo mengatakan, pihaknya akan memberikan pelayanan sebaik-baiknya untuk pasien yang sudah mempunyai hak pilih dengan cara pindah pemilih. 

"Jadi selama yang bersangkutan telah melakukan pindah pemilih, kami akan melayani sebaik-baiknya melalui kotak suara keliling," ucap Syakbani kepada TribunSolo.com, Senin (12/2/2024).

Kotak suara keliling itu akan dilakukan oleh anggota KPPS di TPS yang dirasa dekat dengan rumah sakit tersebut. 

Baca juga: 3 Desa di Boyolali Rawan Erupsi Merapi, Tlogolele Hingga Klakah, Tiap TPS Dijaga 3 Polisi

"Misalkan di salah satu Rumah Sakit itu, ada TPS terdekat," ujar dia.

"Di situ TPS terdekat akan melayani pasien ataupun para medis yang sudah mengajukan pindah pemilih," tambahnya.

Kendati demikian, untuk kotak keliling itu juga dilakukan oleh anggota KPPS setelah pukul 12.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

Dengan syarat, sesuai kuota yang ada. 

Baca juga: BREAKING NEWS : Abu Bakar Baasyir Akan Ikut Coblosan Pemilu 2024, Nyoblos di Cemani Sukoharjo 

Sebab pindah pemilih sudah dirancang melalui DPTb atau disebut daftar pemilih yang pindah memilih dari TPS awal karena keadaan tertentu. 

"Jadi setiap TPS itu sudah ada kuota masing-masing dan sejumlah kuota itu kawan-kawan KPPS akan mengeliling kan kotak suara keliling tersebut," paparnya.

Syakbani menambahkan, sejauh ini datanya yang berada di Rumah Sakit memang belum tercatat. 

Tetapi yang pindah pemilih karena tugas, kerja memang ada datanya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved