Pemilu 2024

PDI Perjuangan Wonogiri Berhitung Perolehan Suara di DPRD : 2019 Dapat 28 Kursi, 2024 Berapa?

DPC PDIP Wonogiri sendiri ditantang oleh Ketua DPP Puan Maharani untuk bisa merebut 43 kursi DPRD di Pemilu 2024 ini

Tribunsolo.com/Erlangga Bima Sakti
Suasana Kantor DPC PDI Perjuangan Wonogiri. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - DPC PDI Perjuangan Wonogiri melakukan quick count internal pemilihan calon anggota DPRD Kabupaten di Pemilu 2024 ini.

Ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan berdasarkan hasil quick count internal, ada kenaikan dibandingkan perolehan pada Pemilu 2019 lalu, yang mana saat itu mendapat 28 kursi.

"Kalau Pileg (DPRD) dari quick count versi kami, ada kenaikan tapi juga sedikit. Mungkin di 30-an kursi ya," kata pria yang akrab disapa Jekek itu.

Jekek mengatakan hal itu sesuai seperti yang dia sampaikan sebelumnya, yakni target perolehan suara, lebih baik dibandingkan Pemilu sebelumnya.

Lalu bagaimana dengan tantangan 43 kursi dari Ketua DPP Puan Maharani saat berkunjung ke Kantor DPC PDI Perjuangan Wonogiri pada September 2023 lalu?

Menurut Jekek, capaian target merupakan bagian dari komitmen bersama.

Baca juga: Pelaksanaan Pemilu 2024 di Wonogiri : Tak Ada Pemungutan Suara Ulang, Tujuh Orang KPPS Tumbang Sakit

Baca juga: Bawaslu Wonogiri Bahas Dugaan Pelanggaran Pemilu & Pemanggilan Ulang Komisioner KPU yang Mangkir

"Tentu didalamnya ada fakta yang dianalisis, fakta yang dipertimbangkan sehingga Mbak Puan pada waktu itu menyampaikan itu," jelasnya.

Jekek menyebut, dalam kapasitas sebagai ketua cabang, ia menegaskan selalu berupaya dan berusaha untuk mendapatkan perolehan elektoral lebih baik dari Pemilu tahun 2019.

"Saya tetap konsisten itu. Politik kadang turun kadang naik, wajar. Saat kita turun, kewajiban kita segera lakukan mitigasi, kita lakukan pemetaan kira-kira apa nih yang tidak tepat. Apa yang perlu dilakukan," ujarnya.

Saat ditanya apakah puas dengan capaian itu, Jekek menegaskan politik bukan masalah puas atau tidak puas.

"Politik itu bagaimana melihat fakta menjadi realita. Kita melakukan upaya tadi evaluasi. Karena politik itu tidak pernah ada satu kata puas, politik fleksibel," pungkasnya.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved