Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sragen

Ada Retakan Tanah, Basarnas Sarankan 4 Rumah di Atas Tebing Longsor di Sambirejo Sragen Direlokasi

Empat rumah di Sragen diminta untuk direlokasi. Sebab, empat rumah tersebut terancam longsoran dan membahayakan.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Kondisi bukit di Dukuh, Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen yang longsor. Basarnas memetakan ada 4 rumah warga yang perlu direlokasi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Basarnas memetakan ada 4 rumah warga di Dukuh Secang, Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen yang perlu direlokasi.

Pasalnya, rumah tersebut berada di atas bukit yang salah satu sisinya longsor pada Minggu (3/3/2024) malam.

Relokasi rumah warga tersebut perlu dilakukan, mengingat masih ada retakan tanah yang membahayakan warga.

"Untuk warga rumah yang kita anggap berbahaya untuk waktu kedepannya, kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Bupati yang di atas bukit jangan ditempati terlebih dahulu," kata koordinator lapangan dari Basarnas, Tri Puji Sugiyarto.

"Karena tadi masih ada retakan tanah yang sangat berbahaya, ada 4 rumah yang ditempati warga, iya disarankan untuk relokasi," tambahnya.

Terkait relokasi rumah warga tersebut, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyebut akan melakukan asesmen terlebih dahulu, tentang tingkat bahaya dan keparahan dampak tanah longsor kali ini.

Baca juga: Kisah Pilu Lagiman, Pria Asal Sragen yang Rumahnya Tertimbun Longsor: Istri, Anak dan Cucu Meninggal

Ia akan berdiskusi dengan warga terlebih dahulu, terkait rencana relokasi tersebut.

"Saat ini tindakan pertama mengidentifikasi dan menyisir warga yang terdapak, karena tingkat kerawanan sangat tinggi, kami meminta warga agar mengungsi ke rumah saudara atau ke tempat lain yang lebih aman," ujar Yuni.

"Kalau terpaksa direlokasi,apapun nanti yang diperlukan, kita akan penuhi, kita ajak bicara warga, yang terpenting kebutuhan prioritas yang kita penuhi dulu," tambahnya.

Setelah meninjau langsung lokasi longsor, Yuni merasa belum sampai menetapkan status tanggap bencana.

"Kriteria sebagai darurat bencana ada banyak, sehingga Ibu harus kaji dulu, bagaimana dampaknya hari ini, bagaimana hasil asesmen teman-teman di lapangan, baru kita tetapkan," jelasnya.

"Melihat ini belum bisa dikatakan tanggap darurat, saat ini, masih fokus evakuasi," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved